<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1537652591872491398</id><updated>2012-02-15T22:38:12.024-08:00</updated><category term='p'/><title type='text'>punya aRdi</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://ardigusman.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1537652591872491398/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ardigusman.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>punya aRdi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00995601739854841913</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_Cy5O4Ull6vg/S6JAGu2HnwI/AAAAAAAAAA4/wKmEorU9UeU/S220/image004.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>18</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1537652591872491398.post-7957868090747279457</id><published>2010-05-17T06:25:00.000-07:00</published><updated>2010-05-17T06:40:19.866-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>KETIKA ORGANISASI INTRA KAMPUS TERKONTAMINASI OLEH ZAMAN HEDONISME&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sebagai salah satu kader HMI komisariat UNIVERSITAS GUNADARMA cab.DEPOK. saya merasa iba melihat mahasiswa sekarang saat ini yang kurang peduli dengan keadaan sekitar, dan terlalu acuh oleh semua kegiatan yang berbau organisasi...,apakah mereka bisa disebut mahasiswa??&lt;br /&gt;kalau cuma belajar saja di lingkungan kampus tidak jauh beda dengan para pelajar smu, pada dasarnya mereka masuk salah satu universitas atau perguruan tinggi pola pikir mereka haruslah di rubah,apakah mereka tidak tau apa artinya seseorang mahasiswa? apakah mereka mengerti artinya TRIDHARMA PERGURUAN TINGGI???&lt;br /&gt;mereka lebih senang berpola hidup shoping mania, clubing, dan pergaulan bebas yang tidak memperdulikan hidup bermasyarakat.&lt;br /&gt;point pentingnya.&lt;br /&gt;di kampus saya sulitnya regenerasi perputaran organisasi intra kampus terlihat lebih nyentrik,fenomena tidak pedulinya dengan kampus dan tidak ada yang mau menjadi pengurus BEM fakultas padahal papan informasi tentang pencalonan ketua BEM fakultas sudah jauh-jauh hari d'pampang, tapi tetap saja tidak ada peminatnya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;yakusa...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1537652591872491398-7957868090747279457?l=ardigusman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ardigusman.blogspot.com/feeds/7957868090747279457/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ardigusman.blogspot.com/2010/05/ketika-organisasi-intra-kampus.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1537652591872491398/posts/default/7957868090747279457'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1537652591872491398/posts/default/7957868090747279457'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ardigusman.blogspot.com/2010/05/ketika-organisasi-intra-kampus.html' title=''/><author><name>punya aRdi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00995601739854841913</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_Cy5O4Ull6vg/S6JAGu2HnwI/AAAAAAAAAA4/wKmEorU9UeU/S220/image004.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1537652591872491398.post-6495262022516023087</id><published>2010-05-17T06:23:00.003-07:00</published><updated>2010-05-17T06:23:48.839-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>Mengapa HMI Terlihat Beringas?&lt;br /&gt;Selasa, 09/03/2010 09:00 WIB - Sumantri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam beberapa hari terakhir ini, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) seakan merebut panggung gerakan, utamanya gerakan mahasiswa. Sepanjang dua hari penuh sebuah televisi menayangkan secara langsung peristiwa yang melibatkan aktivis-aktivis HMI. Dari hanya sebuah kronik di Makasar, lalu menyebar ke seluruh wilayah di Indonesia, di mana cabang HMI nyaris selalu bisa ditemui.&lt;br /&gt;Hanya sayang, peristiwa dimaksud adalah bentrok berkepanjangan antara aktivis HMI di Universitas Islam Negeri (UIN) Alauidin Makassar dengan aparat keamanan, plus anggota masyarakat pascademo kasus Century. Kronologinya, mahasiswa yang demo di jalan depan kampus memblokir jalan tersebut. Konon sejumlah anggota masyarakat tidak terima, lalu menyerang demonstran. Bentrokan meluas. Mahasiswa yang bertahan di kampus baku lempar batu dengan aparat plus anggota masyarakat ini.&lt;br /&gt;Namun, ternyata tidak berhenti sampai di sini. Sekretariat HMI diobrak-abrik aparat kepolisian berpakaian preman. Aktivis HMI ganti membalas dengan menyerbu kantor polisi terdekat dan merusaknya. Kehebohan berulang hingga seharian penuh kemudian, atau dua hari berturut-turut. Peristiwanya mirip rekaman kaset yang diputar ulang, mahasiswa yang bertahan di dalam kampus perang batu melawan sejumlah anggota masyarakat yang berjubel ribuan orang memenuhi jalan raya.&lt;br /&gt;Aktivitas gerakan mahasiswa, termasuk para aktivis HMI, memang sedang giat-giatnya turun ke jalan terkait kasus bailout Century yang diduga menyeret Sri Mulyani dan Boediono. Berbagai demonstrasi, dari daerah hingga pusat, para aktivis HMI bagian dari yang paling aktif. Keuntungan tersendiri bagi HMI yang memiliki cabang sangat banyak (200 lebih) dan anggota mencapai ratusan ribu, sehingga jika digerakkan seluruhnya akan mengesankan HMI menguasai panggung perlawanan terhadap kebijakan pemerintah. Modal sebesar ini tak banyak dimiliki oleh organisasi lain, termasuk yang mewadahi mahasiswa.&lt;br /&gt;Tidak heran aksi solidaritas pun merebak, beberapa di antaranya diwarnai bentrok kecil-kecilan dengan aparat. Mulai dari Jakarta hingga Riau atau bahkan kota kecil macam Cianjur.&lt;br /&gt;Penuh Perhitungan&lt;br /&gt;Meskipun demikian, menarik mencermati adanya ribut-ribut yang melibatkan massa banyak di mana HMI menjadi aktor utamanya. HMI tidak memiliki, atau setidaknya sedikit saja, “gen” untuk bentrok apalagi pembuat onar dan kisruh macam yang terjadi di Makasar. Kecuali justru pada saat agenda-agenda internal sendiri, seperti Konfercab atau kongres yang biasa diwarnai kehebohan tertentu.&lt;br /&gt;HMI dikenal sebagai organ mahasiswa yang penuh perhitungan dan selalu menimbang berbagai ekses saat melibatkan diri dalam isu-isu krusial. Pengalaman penulis, baik sebagai aktivis HMI maupun sesudahnya, tidak mudah bagi organisasi ini ikut dalam aliansi bersama organ mahasiswa lain. Untung ruginya dicermati dan dihitung betul guna menghindari organisasi tercebur atau terjebak situasi yang tak diinginkan.&lt;br /&gt;Aktivis-aktivis HMI juga dibekali kemampuan retorika yang mumpuni sesuai tingkatannya. Pembahasan remeh menurut organ mahasiswa lain dapat menjadi perbincangan seru di HMI, meski berimbas pada penggunaan waktu yang berlebihan. HMI memang organisasi kader yang berkonsentrasi pada peningkatan kapasitas kader, terutama dalam hal kemampuan retorik.&lt;br /&gt;Contoh sempurna produk HMI bisa kita sematkan pada sosok Anas Urbaningrum. Mantan Ketua Umum PB HMI ini dikenal sangat tenang saat menyikapi tuduhan-tuduhan paling miring sekalipun, baik pada atasannya yaitu Presiden SBY maupun Partai Demokrat, tempat dirinya bernaung. Dalam debat-debat panas di televisi, Anas selalu tampil dingin dan tak pernah terlihat meledak-ledak.&lt;br /&gt;Selain itu, HMI memiliki koneksi teramat kuat dengan para alumninya yang berhimpun dalam KAHMI, organisasi alumni paling berpengaruh dibanding wadah serupa yang lain. Pengurus-pengurus HMI dari cabang sampai pusat biasanya berhubungan erat dengan sejumlah tokoh dan pejabat alumni HMI, yang biasanya berjumlah cukup banyak.&lt;br /&gt;Gambaran ini dimaksudkan untuk menjelaskan bahwa aktivis HMI bukanlah anak nakal, apalagi radikal macam aktivis dari organisasi mahasiswa beraliran kiri. HMI adalah contoh organisasi moderat dan selalu berada di tengah-tengah, sehingga terlihat kiri bagi pihak kanan, tapi juga kanan bagi pihak kiri.&lt;br /&gt;Tapi, lalu kenapa belakangan HMI kelihatan beringas?&lt;br /&gt;Beberapa Dugaan&lt;br /&gt;Melihat latar belakang aktivis HMI yang biasanya tampil tenang, memang mengherankan, terutama bagi sesama aktivis gerakan mahasiswa, mendapati HMI dapat bertindak brutal. Mereka tiba-tiba berlaku seperti aktivis mahasiswa semasa gerakan reformasi 1998 yang tak segan bertarung fisik dengan aparat. Aktivis-aktivis HMI ini bagaikan tak mengenali lagi gennya sebagai organisasi moderat, yang secara sinis disebut oportunis.&lt;br /&gt;Ada beberapa dugaan. Pertama, tempat kejadian memiliki pengaruh kuat. Makassar selama ini dikenal sebagai sumbu panas gerakan mahasiswa di mana nyaris demonstrasi diwarnai bentrokan luas. Tak pelak, HMI yang santun sekalipun terkena imbasnya. Berada dalam habitat gerakan yang terus membara, organ mahasiswa manapun terseret dalam ruang lingkup karakter yang mirip-mirip.&lt;br /&gt;Kedua, seperti yang disampaikan Ketua Umum PB HMI Arip Musthopa, ada upaya kriminalisasi gerakan mahasiswa terkait kasus Century. Ada desain kelompok tertentu untuk mencoreng citra gerakan mahasiswa sebagai biang kerusuhan. Bisa ditebak, kelompok tertentu itu adalah pihak-pihak yang tidak senang kasus Century diusik terus-menerus, terutama oleh gerakan mahasiswa.&lt;br /&gt;Indikasi penyerangan sekretariat HMI di Makassar yang salah satunya anggota Densus 88, bagi Arip, merupakan penanda jelas ada pihak berkepentingan agar kericuhan tak terhenti. Penyerangan itu merupakan provokasi agar peristiwa di hari sebelumnya berulang. Terlibatnya massa preman bukan warga lokal yang aktif menyerang mahasiswa sekitar kampus adalah tanda lainnya, yakni guna mengesankan masyarakat anti terhadap aksi-aksi mahasiswa.&lt;br /&gt;Pilihan kenapa HMI yang disasar juga bukan tanpa alasan. Peta gerakan mahasiswa di satu sisi memang tidak lagi dikuasai komite-komite aksi independen seperti halnya di masa 1998 dan sesudahnya. Kelompok OKP tradisional macam HMI, GMNI, PMKRI dan lain-lain dengan sendirinya tampil ke depan. Di antara OKP-OKP ini, HMI merupakan organisasi paling berpengaruh.&lt;br /&gt;Terlepas dari faktor-faktor eksternal tersebut, bisa jadi kebrutalan ini didorong oleh dinamika internal HMI sendiri. Setelah menikmati previlese puluhan tahun selama Orde Baru baik di kampus maupun di pemerintahan, semenjak reformasi HMI lumayan goyah dan menjadi bulan-bulanan organ mahasiswa lain yang merasa lebih proaktif menyikapi keadaan. Gejolak muda semoderat apapun pada waktu-waktu tertentu bakal terusik, manakala sejawatnya sesama aktivis mahasiswa lebih luwes melakukan respons politik.&lt;br /&gt;Penguasaan kampus pun melalui BEM memudar oleh kehadiran KAMMI yang lebih terorganisasi dan sangat dominan di kampus-kampus negeri. Dengan demikian, ruang aktual HMI kian menyempit. Dengan kondisi ini, tanpa aktivitas memadai di wilayah eksternal jelas mengganggu eksistensi organisasi dan mudah dituduh terlalu tunduk pada para alumninya. Beberapa aktivis HMI mungkin saja gerah dengan kecenderungan macam begini.&lt;br /&gt;Performa HMI sekarang, bahkan, tetap saja diselimuti kecurigaan akan adanya perintah dari para abang-abang KAHMI di Jakarta. Tuduhan dan kecurigaan ini tentu hanya para aktivis HMI yang bisa menjawabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh Joko Sumantri Mantan aktivis HMI&lt;br /&gt;di Surakarta, bergiat di Komite Pusat Perhimpunan Rakyat&lt;br /&gt;Pekerja, Jakarta&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1537652591872491398-6495262022516023087?l=ardigusman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ardigusman.blogspot.com/feeds/6495262022516023087/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ardigusman.blogspot.com/2010/05/mengapa-hmi-terlihat-beringas-selasa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1537652591872491398/posts/default/6495262022516023087'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1537652591872491398/posts/default/6495262022516023087'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ardigusman.blogspot.com/2010/05/mengapa-hmi-terlihat-beringas-selasa.html' title=''/><author><name>punya aRdi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00995601739854841913</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_Cy5O4Ull6vg/S6JAGu2HnwI/AAAAAAAAAA4/wKmEorU9UeU/S220/image004.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1537652591872491398.post-6808639474331608736</id><published>2010-05-17T06:19:00.000-07:00</published><updated>2010-05-17T06:22:32.305-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>Indonesia, HMI dan Krisis Kepemimpinan Kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Enam puluh tahun lalu, tepatnya 5 Februari 1947, Himpunan Mahasiswa Islam didirikan oleh Lafran Pane dan beberapa orang sahabatnya. Sebuah ikhtiar mulia yang dimaksudkan untuk membantu perjuangan negara ini mengisi kemerdekaan melalui jalur kebangsaan dan keummatan. Tak pelak, salah satunya karena landasan perjuangan “model” inilah HMI kemudian mendapat “tempat” di hati para mahasiswa islam di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai salah satu organisasi kemahasiswaan terbesar sekaligus tertua di Indonesia, HMI senantiasa bergelut dengan dinamika kesejarahan bangsa ini. Karena memiliki kuantitas anggota dengan mekanisme kaderisasi tersendiri, HMI niscaya melahirkan banyak kader yang memiliki kualitas yang tidak bisa dianggap sepele. Dalam kancah kebangsaan, kader-kader HMI senantiasa mewarnai. Begitu pun di banyak bidang kebangsaan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaran kader HMI ini sekaligus memberi efek resiproksial terhadap eksistensi HMI sebagai sebuah institusi tersendiri. Alumni-alumni HMI banyak mengisi posisi-posisi structural pemerintahan, ekonomi, politik dan social kemasyarakatan lainnya. Ikatan emosional yang sangat kuat antara “kanda” dan “dinda” di HMI menemui relungnya ketika ada kebutuhan antara masing-masing entitas, baik secara personal maupun institusional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesejarahan HMI dengan KAHMI (Korps Alumni HMI) – sebuah institusi kealumnian HMI yang independen – pada akhirnya dapat dipandang sebagai sebuah “kemesraan” institusional dan emosional yang – pada beberapa kasus, justru melahirkan polemik baru. Mulai dari beragam pertanyaan yang menggugat independensi institusi HMI, hingga persoalan kualitas kader yang tidak lagi seperti pada awal-awal pergerakan HMI; militan, cerdas dan istiqomah, – akibat semakin pudarnya perhatian institusi terhadap kebutuhan internal akan kaderisasi, sekaligus menggambarkan pengaruh eksternal kelembagaan yang tidak mampu difiltrasi secara adekuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada gilirannya, sudah hampir bisa ditebak, kebesaran nama HMI bukan lagi terletak pada kualitas kader-kadernya, tetapi justru mulai bergeser pada kuantitas keanggotaan saja. HMI perlahan mulai menapaki aras kemunduran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelemahan yang kemudian justru mengkhawatirkan adalah relatif tidak disadarinya “kemunduran” ini pada tingkatan internal HMI. Sebagian besar kader-kader HMI masih terbuai kebesaran nama HMI sebagaimana dituliskan sejarah. Sebuah euphoria yang cukup menyesatkan, terlebih ketika dihadapkan dengan realitas kebangsaan sekarang ini pada mana kualitas kader menjadi kebutuhan untuk bisa eksis dan menjalankan peran sebagai kader.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HMI Paska Reformasi&lt;br /&gt;Pada saat yang sama, ketika HMI kita sadari sedang mengalami “kemunduran”, tantangan kebangsaan justru semakin besar. Sejak genderang reformasi ditabuh pada tahun 1998, perjalanan bangsa ini tak kunjung henti dilanda masalah. Kedukaan melanda hampir setiap generasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan saja malnutrisi yang semakin merajalela, melainkan hingga pada massifnya kemiskinan (financial-intelektual-emosional-spiritual) rakyat akibat lemahnya daya dukung negara bagi warganya. Pada keadaan tertentu, terlihat negara seakan sedang melakukan praktek “pembiaran” (state neglect) terhadap semua masalah yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dinamika kebangsaan yang senantiasa bergolak, dengan iklim sosial-politik yang semakin kompleks, justru diperparah dengan krisis keteladanan pada pemimpin-pemimpin kita. Ironi yang menyakitkan. Pada saat rakyat hampir kehilangan pegangan, justru pemimpin-pemimpin kita secara bersemangat mengeksplorasi sumber daya yang ada, tanpa pernah berpikir bahwa negeri ini masih menyisakan banyak sekali generasi muda yang kelak akan menerima “dampak” perbuatan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang dibayangkan rakyat sebagai “orde reformasi” – supremasi hukum, clean government, pekerjaan layak, pendidikan dan kesehatan terakses – akhirnya hanya berbuah fatamorgana, sebagaimana Iwan Fals menyebutnya sebagai hanya “orde yang paling baru”. Tidak banyk yang signifikan berubah. Mental kita masih jauh dari bisa diandalkan membawa bangsa ini menghindari keterpurukan. Kita masih bergulat dengan krisis, terutama krisis kepemimpinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di mana generasi muda pro reformasi itu? Pertanyaan yang menarik. Ternyata perjuangan mahasiswa yang mewakili generasi pro-reformasi mulai simpang-siur sejak implementasi otonomi daerah. Di banyak wilayah, organisasi kemahasiswaan menjadi sangat mudah terbelah hanya karena perbedaan garis politik – sebuah pilihan yang seharusnya diambil secara sadar – dari kandidat yang mereka gusung untuk slogan “perbaikan” daerahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak dapat disangkal, implementasi otonomi daerah cukup mengganggu stabilitas pergerakan mahasiswa di tingkatan nasional. Ini menjadi salah satu alasan yang cukup masuk akal ketika kita hubungkan dengan sangat lemahnya proses pengawalan dan pengawasan agenda reformasi oleh mahasiswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demarkasi kampus dengan wilayah politik praktis di daerahnya semakin samar dan membuahkan banyak aktivis mahasiswa menjadi (sangat) oportunistik; mau cari untung sendiri. Kondisi ini benar-benar menggambarkan betapa secara internal, sebenarnya mahasiswa belum cukup siap dengan agenda reformasi yang sebelumnya mereka gusung beramai-ramai. Meski bukan secara keseluruhan, pada tingkatan lokal, mahasiswa tidak bisa berbuat banyak, apatah lagi untuk skala nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita boleh menilai realitas ini sebagai sebuah arena dimana siapa pun pemegang kekuasaan akan menjadi seenaknya saja berbuat. Bisa kita bayangkan lemahnya advokasi dan kritisisasi terhadap aneka kebijakan pemerintah yang nyata-nyata bertolak belakang dengan agenda reformasi sebelumnya. Semua pihak seakan mencari selamat sendiri-sendiri. Juga (barangkali), keuntungan sendiri-sendiri. Termasuk mahasiswa, meski tidak keseluruhannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Milad HMI&lt;br /&gt;Sebagai organisasi kemahasiswaan yang selalu berjalan seiring dengan sejarah kebangsaan ini, tentunya HMI memiliki kontribusi yang cukup penting di dalamnya. Bukan saja kontribusi positif, melainkan juga sejumlah kontribusi negatif yang dengan lapang dada mesti diterima dan diakui. Banyaknya kader HMI yang memegang peran penting dalam struktur pemerintahan/birokrasi, politik dan ekonomi serta di banyak bidang lainnya, tentu juga membuka peluang besar untuk terjadinya praktek kolusi, korupsi dan nepotisme antar sesama kader atau alumni HMI. Sebuah realitas yang secara runtut juga sedikit demi sedikit mulai dipraktekkan oleh kader-kader muda HMI pada levelnya masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerentanan seperti ini seharusnya menjadi bahan introspeks bagi HMI secara khusus dan organisasi perjuangan lainnya secara umum. Keadaan ini meniscayakan hadirnya sebuah kekuatan alternatif yang senantiasa kukuh memegang khittah pergerakannya. Konsistensi peran dan fungsi dalam perjalanan kebangsaan ini, tak dapat dimungkiri, pernah dilakoni HMI, dan tidak mustahil juga bisa tetap diaktori hingga masa-masa mendatang asalkan segera dilakukan evaluasi dan proyeksi secara internal dalam tubuh HMI. Satu hal yang sangat penting adalah bahwa segala bentuk evaluasi terhadap HMI mesti dilakukan secara jujur dan bijaksana, juga tanpa tendensi. Semua pihak mesti diberi kesempatan untuk mengevaluasi HMI, termasuk juga mereka yang bukan berasal dari HMI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Momentum keorganisasian HMI secara internal dapat dipandang menjadi wahana strategis untuk mulai melakukan retrospektif; mengevaluasi perjalanan kelembagaan untuk dijadikan pelajaran bagi kelanjutan eksistensi HMI pada masa mendatang. Keniscayaan retrospektif ini berlaku pada semua tingkatan struktural HMI, mulai dari Komisariat, Koordinator Komisariat, Cabang, Badan Koordinasi hingga Pengurus Besar tak terkecuali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Milad Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang ke-60 tahun ini seharusnya dijadikan titik tolak membenahi diri (internal) sebelum terjun (lagi) dalam kancah kebangsaan. Jika harus ekstrim, HMI (barangkali) perlu mengeluarkan instruksi kelembagaan kepada semua kader untuk senatiasa menjaga dan mempertahankan citra ke-HMI-an dalam pribadi dan keseharian mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kader HMI sudah seharusnya menjadi panutan dan suri tauladan bagi masyarakat di lingkungannya. HMI seharusnya sudah mampu melakoni perubahan dan mengaktori ritme perbaikan di negeri mayoritas muslim ini. Kita barangkali sepakat, HMI memiliki tanggungjawab sejarah yang lebih besar dibandingkan dengan entitas pergerakan lainnya, khususnya dalam menjaga kontinuitas kebangsaan dan memerangi segala bentuk ketidakmerdekaan dalam kehidupan rakyat. Bukankah demikian?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan segala harapan di atas, peringatan Milad HMI ke-60 minimal tidak lagi hanya menjadi seremonial yang miskin makna seperti sebelum-sebelumnya. Kita berharap besar, setidaknya milad kali ini kembali bisa menegaskan komitmen kita untuk memperjuangkan tercapainya tujuan kita ber-HMI. Bukan saatnya lagi, saya pikir, HMI dan kader-kadernya terus “mengangkangi” pekerjaan-pekerjaan yang bukan menjadi tujuan pembentukannya. Tujuan HMI sangat jelas, yaitu semata-mata agar terbinanya insan akademis, pencipta, pengabdi yang bernafaskan Islam dan bertanggung jawab atas terwujudnya masyarakat adil makmur yang diridhoi Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, masihkah kita “rela” ber-HMI? Wallahau a’lam bisshawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : &lt;br /&gt;astaqauliyah.com/2007/02/indonesia-hmi-dan-krisis-kepemimpinan-kita&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1537652591872491398-6808639474331608736?l=ardigusman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ardigusman.blogspot.com/feeds/6808639474331608736/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ardigusman.blogspot.com/2010/05/indonesia-hmi-dan-krisis-kepemimpinan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1537652591872491398/posts/default/6808639474331608736'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1537652591872491398/posts/default/6808639474331608736'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ardigusman.blogspot.com/2010/05/indonesia-hmi-dan-krisis-kepemimpinan.html' title=''/><author><name>punya aRdi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00995601739854841913</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_Cy5O4Ull6vg/S6JAGu2HnwI/AAAAAAAAAA4/wKmEorU9UeU/S220/image004.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1537652591872491398.post-1978733096071321532</id><published>2010-03-18T07:50:00.000-07:00</published><updated>2010-03-18T07:57:31.558-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>ciri – ciri profesionalisme dan kode etik profesional dalam teknologi informasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Etika merupakan suatu cabang filosofi yang berkaitan dengan apa saja yang dipertimbangkan baik dan salah. Ada beberapa definisi mengenai etika antara lain :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Kode moral dari suatu profesi tertentu&lt;br /&gt;    * Standar penyelenggaraan suatu profesi tertentu&lt;br /&gt;    * Persetujuan diantara manusia untuk melakukan yang benar dan menghindari yang salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu yang harus dipahami adalah bahwa apa yang tidak etis tidak berarti illegal. Dalam lingkungan yang kompleks, definisi benar dan salah tidak selalu jelas. Juga perbedaan antara illegal dan tidak beretika tidak selalu jelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun ciri-ciri seorang profesional di bidang IT adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Memiliki pengetahuan yang tinggi di bidang TI&lt;br /&gt;    * Memiliki ketrampilan yang tinggi di bidang TI&lt;br /&gt;    * Memiliki pengetahuan yang luas tentang manusia dan masyarakat, budaya, seni, sejarah dan komunikasi&lt;br /&gt;    * Tanggap thd masalah client, faham thd isyu-isyu etis serta tata nilai kilen-nya&lt;br /&gt;    * Mampu melakukan pendekatan multidispliner&lt;br /&gt;    * Mampu bekerja sama&lt;br /&gt;    * Bekerja dibawah disiplin etika&lt;br /&gt;    * Mampu mengambil keputusan didasarkan kepada kode etik, bila dihadapkan pada situasi dimana pengambilan keputusan berakibat luas terhadap masyarakat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kode Etik IT Profesional :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kode etik merupakan sekumpulan prinsip yang harus diikuti sebagai petunjuk bagi karyawan perusahaan atau anggota profesi. Beragamnya penerapan teknologi informasi dan meningkatnya penggunaan teknologi telah menimbulkan berbagai variasi isu etika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dealnya, setiap bidang profesi memiliki rambu-rambu yang mengatur bagaimana seorang profesional berfikir dan bertindak. Dalam beberapa bidang profesi, seperti kedokteran, jurnalistik, dan hukum, rambu-rambu ini telah disepakati bersama para profesionalnya dan dituangkan ke dalam Kode Etik. Seseorang yang melanggar Kode Etik dinyatakan melakukan malpraktek dan bisa mendapatkan sangsi tergantung kepada kekuatan Kode Etik itu di mata hukum. Sangsi yang dikenakan adalah mulai dari yang paling ringan, yaitu sekedar mendapat sebutan “tidak profesional” sampai pada pencabutan ijin praktek, bahkan hukuman pidana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai salah satu bidang profesi, Information Technology (IT) bukan pengecualian, diperlukan rambu-rambu tersebut yang mengatur bagaimana para IT profesional ini melakukan kegiatannya. Sejauh yang saya ketahui, belum ada Kode Etik khusus yang ditujukan kepada IT Profesional di Indonesia. Memang sudah ada beberapa kegiatan yang mengarah ke terbentuknya Kode Etik ini, namun usahanya belum sampai menghasilkan suatu kesepakatan. Dalam tulisan ini, saya ingin memusatkan perhatian kepada Kode Etik yang dibuat oleh IEEE Computer Society dan ACM yang ditujukan khusus kepada Software Engineer sebagai salah satu bidang yang perannya makin meningkat di IT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kode Etik juga mengatur hubungan kita dengan rekan kerja. Bahwa kita harus selalu fair dengan rekan kerja kita. Tidak bolehlah kita sengaja menjerumuskan rekan kerja kita dengan memberi data atau informasi yang keliru. Persaingan yang tidak sehat ini akan merusak profesi secara umum apabila dibiarkan berkembang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karyawan IT di client mestinya juga mengadopsi Kode Etik tersebut, sehingga bisa terjalin hubungan profesional antara konsultan dengan client. Bertindak fair terhadap kolega juga berlaku bagi karyawan IT di organisasi client dalam memperlakukan vendornya. Apabila dua perusahaan telah sepakat untuk bekerja sama membangun suatu software, maka para profesional IT di kedua perusahaan tersebut harus dapat bekerja sama dengan fair sebagai sesama profesional IT .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Tujuan Kode Etika Profesi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun yang menjadi tujuan pokok dari rumusan etika yang dituangkan dalam kode etik (Code of conduct) profesi adalah:&lt;br /&gt;1. Standar-standar etika menjelaskan dan menetapkan tanggung jawab terhadap klien, institusi, dan masyarakat pada umumnya&lt;br /&gt;2. Standar-standar etika membantu tenaga ahli profesi dalam menentukan apa yang harus mereka perbuat kalau mereka menghadapi dilema-dilema etika dalam pekerjaan&lt;br /&gt;3. Standa-standar etika membiarkan profesi menjaga reputasi atau nama dan fungsi-fungsi profesi dalam masyarakat melawan kelakuan-kelakuan yang jahat dari anggota-anggota tertentu&lt;br /&gt;4. Standar-standar etika mencerminkan / membayangkan pengharapan moral-moral dari komunitas, dengan demikian standar-standar etika menjamin bahwa para&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di ambil dari berbagai sumber:&lt;br /&gt;1. http://irmarr.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/11609/Etika%5B1%5D.doc.&lt;br /&gt;2. mkusuma.staff.gunadarma.ac.id/.../files/.../W01-Pengertian+Etika.pdf&lt;br /&gt;3.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1537652591872491398-1978733096071321532?l=ardigusman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ardigusman.blogspot.com/feeds/1978733096071321532/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ardigusman.blogspot.com/2010/03/ciri-ciri-profesionalisme-dan-kode-etik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1537652591872491398/posts/default/1978733096071321532'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1537652591872491398/posts/default/1978733096071321532'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ardigusman.blogspot.com/2010/03/ciri-ciri-profesionalisme-dan-kode-etik.html' title=''/><author><name>punya aRdi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00995601739854841913</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_Cy5O4Ull6vg/S6JAGu2HnwI/AAAAAAAAAA4/wKmEorU9UeU/S220/image004.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1537652591872491398.post-959562018596141637</id><published>2010-03-18T05:45:00.000-07:00</published><updated>2010-03-18T05:52:44.171-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>Cyber Crime    PDF    Cetak    E-mail&lt;br /&gt;Cyber Crime dan Upaya Antisipasinya Secara Yuridis (I)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesatnya perkembangan di bidang teknologi informasi saat ini merupakan dampak dari semakin kompleksnya kebutuhan manusia akan informasi itu sendiri. Dekatnya hubungan antara informasi dan teknologi jaringan komunikasi telah menghasilkan dunia maya yang amat luas yang biasa disebut dengan teknologi cyberspace. Teknologi ini berisikan kumpulan informasi yang dapat diakses oleh semua orang dalam bentuk jaringan-jaringan komputer yang disebut jaringan internet. Sebagai media penyedia informasi internet juga merupakan sarana kegiatan komunitas komersial terbesar dan terpesat pertumbuhannya.&lt;br /&gt;Sistem jaringan memungkinkan setiap orang dapat mengetahui dan mengirimkan informasi secara cepat dan menghilangkan batas-batas teritorial suatu wilayah negara. Kepentingan yang ada bukan lagi sebatas kepentingan suatu bangsa semata, melainkan juga kepentingan regional bahkan internasional.&lt;br /&gt;Perkembangan teknologi informasi yang terjadi pada hampir setiap negara sudah merupakan ciri global yang mengakibatkan hilangnya batas-batas negara (borderless). Negara yang sudah mempunyai infrastruktur jaringan informasi yang lebih memadai tentu telah menikmati hasil pengembangan teknologi informasinya, negara yang sedang berkembang dalam pengembangannya akan merasakan kecenderungan timbulnya neo-kolonialisme1. Hal tersebut menunjukan adanya pergeseran paradigma dimana jaringan informasi merupakan infrastruktur bagi perkembangan suatu negara.&lt;br /&gt;Setiap negara harus menghadapi kenyataan bahwa informasi dunia saat ini dibangun berdasarkan suatu jaringan yang ditawarkaan oleh kemajuan bidang teknologi. Salah satu cara berpikir yang produktif adalah mendirikan usaha untuk menyediakan suatu infra struktur informasi yang baik di dalam negeri, yang kemudian dihubungkan dengan jaringan informasi global.&lt;br /&gt;Kecenderungan mengglobalnya karakteristik teknologi informasi yang semakin "user friendly", akhirnya menjadikan Indonesia harus mengikuti pola tersebut. Karena teknologi informasi (khususnya dalam dimensi cyber) tidak akan mengkotak-kotak dan membentuk signifikasi karakter. Namun selalu ada gejala negatif dari setiap fenomena teknologi, salah satunya adalah aktifitas kejahatan. Bentuk kejahatan (crime) secara otomatis akan mengikuti untuk kemudian beradaptasi pada tingkat perkembangan teknologi. Salah satu contoh terbesar saat ini adalah kejahatan maya atau biasa disebut cyber crime. “Cyber crime” (tindak pidana mayantara ) merupakan bentuk fenomena baru dalam tindak kejahatan sebagai dampak langsung dari perkembangan teknologi informasi. Beberapa sebutan diberikan pada jenis kejahatan baru ini di dalam berbagai tulisan, antara lain: sebagai “ kejahatan dunia maya” (cyber-space/virtual-space offence), dimensi baru dari “hi-tech crime”, dimensi baru dari “transnational crime”, dan dimensi baru dari “white collar crime”2.&lt;br /&gt;Kekhawatiran akan tindak kejahatan ini dirasakan di seluruh aspek bidang kehidupan. ITAC (Information Technology Assosiation of Canada) pada “International Information Industry Congress (IIIC) 2000 Millenium Congress” di Quebec tanggal 19 September 2000 menyatakan bahwa “ Cyber crime is a real and growing threat to economic and social development around the world. Information technology touches every aspect of human life and so can electronically enable crime”3.&lt;br /&gt;Dan yang lebih mengkhawatirkan lagi adalah bahwa belum ada kerangka yang cukup signifikan dalam peraturan perundang-undangan untuk menjerat sang pelaku di dunia cyber karena sulitnya pembuktian. Belum ada pilar hukum yang mampu menangani tindak kejahatan mayantara ini (paling tidak untuk saat ini). Terlebih sosialisasi mengenai hukum cyber dimasyarakat masih sangat minim. Bandingkan dengan negara seperti Malaysia, Singapura atau Amerika yang telah mempunyai Undang-undang yang menetapkan ketentuan dunia cyber. Atau bahkan negara seperti India yang sudah mempunyai “polisi Cyber”. Kendati beberapa rancangan Undang-undang telah diusulkan ke DPR, namun hasil yang signifikan belum terwujud, terlebih belum tentu ada kesesuaian antara undang-undang yang akan dibuat dengan kondisi sosial yang terjadi dimasyarakat. Referensi dari beberapa negara yang sudah menetapkan undang-undang semacam ini dirasa masih belum menjamin keberhasilan penerapan di lapangan, karena pola pemetaan yang mengatur kejahatan cyber bukan sekedar kejahatan disuatu negara, melainkan juga menyangkut kejahatan antar kawasan dan antar negara.&lt;br /&gt;Kejahatan cyber secara hukum bukanlah kejahatan sederhana karena tidak menggunakan sarana konvensional, tetapi menggunakan komputer dan internet. Sebuah data informal mensinyalir bahwa Indonesia adalah negara “hacker” terbesar ketiga di dunia. Sedangkan untuk Indonesia, kota “hacker” pertama diduduki oleh kota Semarang, kemudian kota Yogyakarta4&lt;br /&gt;Pada kenyataannya “Cyber law” tidak terlalu diperdulikan oleh mayoritas bangsa di negara ini, karena yang terlibat dan berkepentingan terhadap konteks tersebut tidaklah terlalu besar. Pertanyaan menarik, berapa populasi masyarakat yg terlibat aktif dalam teknologi informasi, dijamin tidak lebih dari 10% dari populasi penduduk5. Mungkin hanya beberapa persen saja yang melakukan penyalahgunaan teknologi informasi khususnya dalam hal kejahatan maya. Dan itu berarti secara kuantitas aktifitas kejahatan maya masih relatif kecil.&lt;br /&gt;Ada pertentangan yang sangat mendasar untuk menindak kejahatan seperti ini. Seperti dalam hukum, diperlukan adanya kepastian termasuk mengenai alat bukti kejahatan, tempat kejahatan dan korban dari tindak kejahatan tersebut, sedangkan dalam crime by computer ini semuanya serba maya tanpa ada batasan waktu dan tempat. Dan yang menjadi pertanyaan adalah sejauh mana perkembangan teknologi informasi dan relevansinya terhadap internet sebagai sarana utama kejahatan mayantara (cyber crime)? Dan bagaimana antisipasi pengaturan kejahatan maya (cyber crime) dibidang hukum?&lt;br /&gt;Definisi Teknologi Informasi dan Dampaknya di Era Globalisasi&lt;br /&gt;Istilah teknologi informasi sendiri pada dasarnya merupakan gabungan dua istilah dasar yaitu teknologi dan informasi. Teknologi dapat diartikan sebagai pelaksanaan ilmu, sinonim dengan ilmu terapan. Sedangkan pengertian informasi menurut Oxfoord English Dictionary, adalah “that of which one is apprised or told: intelligence, news”. Kamus lain menyatakan bahwa informasi adalah sesuatu yang dapat diketahui. Namun ada pula yang menekankan informasi sebagai transfer pengetahuan. Selain itu istilah tekmologi informasi juga memiliki arti yang lain sebagaimana diartikan oleh RUU teknologi informasi yang mengartikannya sebagai suatu teknik untuk mengumpulkan, menyiapkan, menyimpan, memanipulasi, mengumumkan, menganalisa, dan menyebarkan informasi deengan tujuan tertentu (Pasal 1 angka 1). Sedangkan informasi sendiri mencakup data, teks, image, suara, kode, program komputer, databases (Pasal 1 angka 2)6.&lt;br /&gt;Adanya perbedaan definisi informasi dikarenakan pada hakekatnya informasi tidak dapat diuraikan (intangible), sedangkan informasi itu dijumpai dalam kehidupan sehari-hari, yang diperoleh dari data dan observasi terhadap dunia sekitar kita serta diteruskan melalui komunikasi. Secara umum, teknologi Informasi dapat diartikan sebagai teknologi yang digunakan untuk menyimpan, menghasilkan, mengolah, serta menyebarkan informasi7. Definisi ini menganggap bahwa TI tergantung pada kombinasi komputasi dan teknologi telekomunikasi berbasis mikroeletronik.&lt;br /&gt;Di era globalisasi ini hampir semua wacana yang ditiupkan tidak dapat terlepas dari pengaruh informatika global, hampir semua aspek kehidupan kita selalu berhubungan dengan perkembangan teknologi informatika. Sebagai bukti pendukung coba cermati teknologi internet yang mampu menyatukan dunia hanya ke dalam sebuah desa global. Di dunia belajar, TI sudah menjungkirbalikkan sejarah.. Selain itu teknologi informasi juga memiliki fungsi penting lainnya, yaitu fungsi automating, dimana ia membuat sejumlah cara kerja dan cara hidup menjadi lebih otomatis, ATM, telephone banking hanyalah merupakan salah satu kemudahan yang diberikan teknologi informasi sebagai automating. Tidak hanya itu, TI juga mempunyai fungsi informating. Membuat informasi berjalan cepat dan akurat. Bahkan bisa menyatukan dunia ke dalam sebuah sistem informasi life. Lebih dari sekedar menbantu penyebaran informasi, belakangan teknologi ini juga ikut memformat ulang cara kita hidup dan bekerja (reformating)8.&lt;br /&gt;Dari beberapa bahasan di atas mengenai teknologi informasi maka dapat kita ketahui bahwa jika kita dapat memanfaatkan teknologi tersebut maka kita akan memperoleh kemudahan dalam menjalankan kehidupan sehari-hari. Namun satu hal yang harus kita ingat bahwa perkembanan teknologi tersebut bukannya tanpa ada efek sampingnya, karena justru “crime is product of society it self” yang berarti bahwa semakin tinggi tingkat intelektualitas suatu masyarakat maka akan semakin canggih dan beraneka-ragam pulalah tingkat kejahatan yang dapat terjadi. Sebagi bukti nyata sekarang banyak negara yang dipusingkan oleh kejahatan melalui internet yang dikenal dengan istilah “cyber crime”, belum lagi dampak negatif teknologi informasi yang menyebabkan adanya penurunan moral dengan dijadikannya internet sebagai bisnis maya, dan banyak lagi dampak negatif dari teknologi informasi.&lt;br /&gt;Oleh karena itulah maka kita sebagai bangsa yang masih baru dalam mengikuti perkembangan teknologi informasi haruslah pintar-pintar memilah dan memilih dalam penggunannya, karena alih-alih kita ingin memajukan bangsa dengan menjadikan teknologi informasi sebagai enlightening technology. Teknologi yang mencerahkan orang banyak. Justru yang terjadi malah sebaliknya, yaitu destructive technology. Teknologi yang mengakibatkan kehancuran bagi makhluk hidup.&lt;br /&gt;Jika diperhatikan kondisi karakteristik pemakai internet Indonesia secara keselruhan dapat dikatakan baru dalam tahapan pengembangan industri internet ‘pemula’. Kondisi ini dapat berarti bisnis internet di Indonesia masih relatif fragile dan unpredictable.&lt;br /&gt;Karena kurangnya pengetahuan sebagian besar masyarkat kita akan manfaat internet, yang terjadi justru bukan pemanfaatan internet sebagai sarana informating ataupun reformating melainkan hanya sebatas menggunakannya sebagai sarana hiburan . Sehingga internet bukan lagi menjadi sebuah enlightening technology tetapi justru dianggap sebagai penyebab turunnya moral bangsa, sebagai bukti dapat kita lihat dengan maraknya bisnis ‘gelap’ melalui internet. Sedangkan bagi sebagian computer intelectual internet justru disalahgunakan sebagai sarana untuk memperoleh keuntungan yang menyebabkan kerugian bagi orang lain yang terkenal dengan istilah cyber crime.&lt;br /&gt;Untuk itu memang masih diperlukan berbagai upaya untuk dapat mencapai tahapan industri internet yang matang (the Mature Market). Paling tidak ada dua macam upaya mendasar yang perlu dilakukan yaitu yang pertama melakukan edukasi pasar yang cenderung dillakukan masyarakat internet itu sendiri. Pendidikan ini mencakup pemahaman terhadap teknologi dan macam pelayanan yang diberikan sampai dengan dengan pengetahuan menjadi trouble shooter. Yang kedua adalah mengupayakan biaya rendah dan kemudahan serta keragaman mendapatkan pelayanan bagi setiap pemakai internet, mulai dari pengadaan infrastruktur sampai dengan yang berkaitan dengan software dan hardware. Sehingga apabila hal ini bisa dicapai maka diharapkan bangsa Indonesia akan lebih siap lagi dalam menghadapi era persaingan bebas dan globalisasi.&lt;br /&gt;Perspektif dan Konsep Mengenai Kejahatan Mayantara (Cyber crime).&lt;br /&gt;Dalam perkembangannya ternyata penggunaan internet tersebut membawa sisi negatif, dengan membuka peluang munculnya tindakan-tindakan anti sosial dan perilaku kejahatan sebagai aplikasi dari perkembangan internet, yang sering disebut cyber crime. Dalam dokumen A/CONF.187/1013, “Cyber Crime dalam arti sempit” (“ ini a narrow sense”) disebut “computer crime” dan “Cyber Crime dalam arti luas” (“in a Broader sense”) disebut computer related crime (CRC).&lt;br /&gt;Walaupun jenis kejahatan ini belum terlalu banyak diketahui secara umum, namun The Federal Bureau of Investigation (FBI) dalam laporannya mengatakan bahwa tindak kejahatan yang dapat dikategorikan cyber crime telah meningkat empat kali lipat sejak tiga tahun belakangan ini14, dimana pada tahun 1998 saja telah tercatat lebih dari 480 kasus cyber crime di Amerika Serikat. Hal ini telah menimbulkan kecemasan lebih dari 2/3 warga Amerika Serikat.&lt;br /&gt;Cyber crime sendiri memiliki berbagai macam interpretasi. Sering diidentikkan dengan computercrime. The U.S. Department of Justice memberikan pengertian computer crime sebagai: “…any illegal act requiring knowledge of computer technology for its perpetration, investigation, or prosecution”. Computer crimepun dapat diartikan sebagai kejahatan di bidang komputer secara umum dapat diartikan sebagai penggunaan komputer secara ilegal15. Dari beberapa pengertian di atas, computer crime dirumuskan sebagai perbuatan melawan hukum yang dilakukan dengan memakai komputer sebagai sarana/alat atau komputer sebagai obyek, baik untuk memperoleh keuntungan ataupun tidak, dengan merugikan pihak lain. Secara ringkas computer crime didefinisikan sebagai perbuatan melawan hukum yang dilakukan dengan menggunakan teknologi yang canggih16 .Ada kontradiksi yang sangat mencolok untuk menindak kejahatan seperti ini. Dalam hukum diperlukan adanya kepastian termasuk mengenai alat bukti kejahatan, tempat kejahatan dan korban dari tindak kejahatan tersebut, sedangkan dalam computer crime ini semuanya serba maya, lintas negara dan lintas waktu.&lt;br /&gt;Meskipun begitu ada upaya untuk memperluas pengertian komputer agar dapat melingkupi segala kejahatan di internet dengan peralatan apapun, seperti pengertian computer dalam The Proposed West Virginia Computer Crime Act, yaitu: “an electronic, magnetic, optical, electrochemical, or;&lt;br /&gt;Cyber Sabotage and Extortion.&lt;br /&gt;Kejahatan ini dilakukan dengan membuat gangguan, pengrusakan atau penghancuran terhadap suatu data, program komputer atau sistem jaringan komputer yang terhubung dengan internet. Biasanya kejahatan ini dilakukan dengan menyusupkan suatu logic bomb, virus komputer ataupun suatu program tertentu, sehingga data, program komputer atau sistem jaringan komputer tidak dapat digunakan sebagaimana mestinya, atau berjalan sebagaimana yang diperintahkan oleh pelaku.&lt;br /&gt;Offense against Intellectual Property&lt;br /&gt;Kejahatan ini ditujukan terhadap Hak Atas Kekayaan Intelektual yang dimiliki pihak lain di internet.&lt;br /&gt;Infringements of Privacy&lt;br /&gt;Kejahatan ini ditujukan terhadap informasi seseorang yang merupakan hal yang sangat pribadi dan rahasia. Kejahatan ini biasanya ditujukan terhadap keterangan pribadi seseorang yang tersimpan pada formulir data pribadi yang tersimpan secara computerized, yang apabila diketahui orang lain maka dapat merugikan korban baik secara materiil maupun immateriil.&lt;br /&gt;Pada perkembangannya dalam cyber crime sendiri kemudian menimbulkan istilah-istilah baru bagi para pelakunya. Mereka yang suka “memainkan” internet, menjelajah ke situs internet orang lain disebut “Hecker” dan perbuatannya disebut “Hacking”. Apabila si hecker yang penyusup dan penyeludup ke situs orang lain itu dan merusak disebut sebagai “Cracker”. “Hecker” yang menjelajah berbagai situs dan “mengintip” data, tetapi tidak merusak sistem komputer, situs-situs orang atau lembaga lain disebut “Hektivism”. Akhir-akhir ini dapat dikatakan motivasi uang yang paling menonjol, yaitu dengan menggunakan data kartu kredit orang lain untuk belanja lewat internet. Cara mereka disebut “carder” beroleh data kartu kredit adalah dengan menadah data dari transaksi konvensional, misalnya pembayaran di hotel, biro wisata, restoran, toko dan lain-lain.&lt;br /&gt;Kendati kejahatan ini kerap terjadi namun hingga sekarang belum ada pilar hukum paling ampuh untuk menangani kasus-kasusnya, bahkan perkembangan kejahatan di dunia cyber semakin dahsyat. Selain menggunakan piranti canggih, modus kejahatan cyber juga tergolong rapi. Begitu hebatnya kejahatan ini bahkan dapat meresahkan dunia internasional. Dinamika cybercrime memang cukup rumit. Sebab, tidak mengenal batas negara dan wilayah. Selain itu, waktu kejahatannya pun sulit ditentukan.  Lengkap sudah fenomena Cyber Crime untuk menduduki peringkat calon kejahatan terbesar di masa mendatang. Lalu bagaimana upaya antisipasinya di Indonesia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber.&lt;br /&gt;Penulis: Teguh Arifiyadi, SH (Inspektorat Jenderal Depkominfo) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   DEFINISI PENGERTIAN DAN JENIS-JENIS CYBERCRIME BERIKUT MODUS OPERANDINYA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Defenisi dan Pengertian Cyber Crime&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam beberapa literatur, cybercrime sering diidentikkan sebagai computer crime. The U.S. Department of Justice memberikan pengertian Computer Crime sebagai: "… any illegal act requiring knowledge of Computer technology for its perpetration, investigation, or prosecution". Pengertian lainnya diberikan oleh Organization of European Community Development, yaitu: "any illegal, unethical or unauthorized behavior relating to the automatic processing and/or the transmission of data". Andi Hamzah dalam bukunya “Aspek-aspek Pidana di Bidang Komputer” (1989) mengartikan cybercrime sebagai kejahatan di bidang komputer secara umum dapat diartikan sebagai penggunaan komputer secara ilegal. Sedangkan menurut Eoghan Casey “Cybercrime is used throughout this text to refer to any crime that involves computer and networks, including crimes that do not rely heavily on computer“.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis-jenis Katagori CyberCrime&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eoghan Casey mengkategorikan cybercrime dalam 4 kategori yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. A computer can be the object of Crime.&lt;br /&gt;   2. A computer can be a subject of crime.&lt;br /&gt;   3. The computer can be used as the tool for conducting or planning a crime.&lt;br /&gt;   4. The symbol of the computer itself can be used to intimidate or deceive.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Polri dalam hal ini unit cybercrime menggunakan parameter berdasarkan dokumen kongres PBB tentang The Prevention of Crime and The Treatment of Offlenderes di Havana, Cuba pada tahun 1999 dan di Wina, Austria tahun 2000, menyebutkan ada 2 istilah yang dikenal :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Cyber crime in a narrow sense (dalam arti sempit) disebut computer crime: any illegal behaviour directed by means of electronic operation that target the security of computer system and the data processed by them.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   2. Cyber crime in a broader sense (dalam arti luas) disebut computer related crime: any illegal behaviour committed by means on relation to, a computer system offering or system or network, including such crime as illegal possession in, offering or distributing information by means of computer system or network.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Dari beberapa pengertian di atas, cybercrime dirumuskan sebagai perbuatan melawan hukum yang dilakukan dengan memakai jaringan komputer sebagai sarana/ alat atau komputer sebagai objek, baik untuk memperoleh keuntungan ataupun tidak, dengan merugikan pihak lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MODUS OPERANDI CYBER CRIME&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejahatan yang berhubungan erat dengan penggunaan teknologi yang berbasis komputer dan jaringan telekomunikasi ini dikelompokkan dalam beberapa bentuk sesuai modus operandi yang ada, antara lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Unauthorized Access to Computer System and Service&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Kejahatan yang dilakukan dengan memasuki/menyusup ke dalam suatusistem jaringan komputer secara tidak sah, tanpa izin atau tanpa sepengetahuan dari pemilik sistem jaringan komputer yang dimasukinya. Biasanya pelaku kejahatan (hacker) melakukannya dengan maksud sabotase ataupun pencurian informasi penting dan rahasia. Namun begitu, ada juga yang melakukannya hanya karena merasa tertantang untuk mencoba keahliannya menembus suatu sistem yang memiliki tingkat proteksi tinggi. Kejahatan ini semakin marak dengan berkembangnya teknologi Internet/intranet. Kita tentu belum lupa ketika masalah Timor Timur sedang hangat-hangatnya dibicarakan di tingkat internasional, beberapa website milik pemerintah RI dirusak oleh hacker (Kompas, 11/08/1999). Beberapa waktu lalu, hacker juga telah berhasil menembus masuk ke dalam data base berisi data para pengguna jasa America Online (AOL), sebuah perusahaan Amerika Serikat yang bergerak dibidang ecommerce yang memiliki tingkat kerahasiaan tinggi (Indonesian Observer, 26/06/2000). Situs Federal Bureau of Investigation (FBI) juga tidak luput dari serangan para hacker, yang mengakibatkan tidak berfungsinya situs ini beberapa waktu lamanya (http://www.fbi.org).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   2. Illegal Contents&lt;br /&gt;      Merupakan kejahatan dengan memasukkan data atau informasi ke Internet tentang sesuatu hal yang tidak benar, tidak etis, dan dapat dianggap melanggar hukum atau mengganggu ketertiban umum. Sebagai contohnya, pemuatan suatu berita bohong atau fitnah yang akan menghancurkan martabat atau harga diri pihak lain, hal-hal yang berhubungan dengan pornografi atau pemuatan suatu informasi yang merupakan rahasia negara, agitasi dan propaganda untuk melawan pemerintahan yang sah dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   3. Data Forgery&lt;br /&gt;      Merupakan kejahatan dengan memalsukan data pada dokumen-dokumen penting yang tersimpan sebagai scripless document melalui Internet. Kejahatan ini biasanya ditujukan pada dokumen-dokumen e-commerce dengan membuat seolah-olah terjadi "salah ketik" yang pada akhirnya akan menguntungkan pelaku karena korban akan memasukkan data pribadi dan nomor kartu kredit yang dapat saja disalah gunakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   4. Cyber Espionage&lt;br /&gt;      Merupakan kejahatan yang memanfaatkan jaringan Internet untuk melakukan kegiatan mata-mata terhadap pihak lain, dengan memasuki sistem jaringan komputer (computer network system) pihak sasaran. Kejahatan ini biasanya ditujukan terhadap saingan bisnis yang dokumen ataupun data pentingnya (data base) tersimpan dalam suatu sistem yang computerized (tersambung dalam jaringan komputer)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   5. Cyber Sabotage and Extortion&lt;br /&gt;      Kejahatan ini dilakukan dengan membuat gangguan, perusakan atau penghancuran terhadap suatu data, program komputer atau sistem jaringan komputer yang terhubung dengan Internet. Biasanya kejahatan ini dilakukan dengan menyusupkan suatu logic bomb, virus komputer ataupun suatu program tertentu, sehingga data, program komputer atau sistem jaringan komputer tidak dapat digunakan, tidak berjalan sebagaimana mestinya, atau berjalan sebagaimana yang dikehendaki oleh pelaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   6. Offense against Intellectual Property&lt;br /&gt;      Kejahatan ini ditujukan terhadap hak atas kekayaan intelektual yang dimiliki pihak lain di Internet. Sebagai contoh, peniruan tampilan pada web page suatu situs milik orang lain secara ilegal, penyiaran suatu informasi di Internet yang ternyata merupakan rahasia dagang orang lain, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   7. Infringements of Privacy&lt;br /&gt;      Kejahatan ini biasanya ditujukan terhadap keterangan pribadi seseorang yang tersimpan pada formulir data pribadi yang tersimpan secara computerized, yang apabila diketahui oleh orang lain maka dapat merugikan korban secara materil maupun immateril, seperti nomor kartu kredit, nomor PIN ATM, cacat atau penyakit tersembunyi dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis : Balian Zahab., S.H.&lt;br /&gt;Website : http://balianzahab.wordpress.com/ | Diskusi dan Konsultasi Masalah Hukum&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1537652591872491398-959562018596141637?l=ardigusman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ardigusman.blogspot.com/feeds/959562018596141637/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ardigusman.blogspot.com/2010/03/cyber-crime-pdf-cetak-e-mail-cyber.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1537652591872491398/posts/default/959562018596141637'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1537652591872491398/posts/default/959562018596141637'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ardigusman.blogspot.com/2010/03/cyber-crime-pdf-cetak-e-mail-cyber.html' title=''/><author><name>punya aRdi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00995601739854841913</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_Cy5O4Ull6vg/S6JAGu2HnwI/AAAAAAAAAA4/wKmEorU9UeU/S220/image004.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1537652591872491398.post-131963045212837742</id><published>2010-03-09T07:53:00.000-08:00</published><updated>2010-03-09T08:06:33.460-08:00</updated><title type='text'>pengertian etika profesi</title><content type='html'>1.1    Pengertian Etika dan Etika Profesi&lt;br /&gt;Kata etik (atau etika) berasal dari kata ethos&lt;br /&gt;(bahasa Yunani) yang berarti karakter, watak kesusilaan atau adat. Sebagai suatu subyek, etika akan berkaitan dengan konsep yang dimiliki oleh individu ataupun kelompok untuk menilai apakah tindakan-tindakan yang telah dikerjakannya itu salah atau benar, buruk atau baik.&lt;br /&gt;Menurut Martin [1993], etika didefinisikan sebagai “the discipline which can act as the performance index or reference for our control system”.&lt;br /&gt;Etika adalah refleksi dari apa yang disebut dengan “self control”, karena segala sesuatunya dibuat dan diterapkan dari dan untuk kepentingan kelompok sosial(profesi) itu sendiri.&lt;br /&gt;Kehadiran organisasi profesi dengan perangkat “built-in mechanism” berupa kode etik profesi dalam hal ini jelas akan diperlukan untuk menjaga martabat serta kehormatan profesi, dan di sisi lain melindungi masyarakat dari segala bentuk penyimpangan maupun penyalah-gunaan keahlian (Wignjosoebroto, 1999).&lt;br /&gt;Sebuah profesi hanya dapat memperoleh kepercayaan dari masyarakat, bilamana dalam diri para elit profesional tersebut ada kesadaran kuat untuk mengindahkan etika profesi pada saat mereka ingin memberikan jasa keahlian profesi kepada masyarakat yang memerlukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.2    Etika dan Estetika&lt;br /&gt;Etika disebut juga filsafat moral adalah cabang filsafat yang berbicara tentang praxis (tindakan) manusia. Etika tidak mempersoalkan keadaan manusia, melainkan mempersoalkan bagaimana manusia harus bertindak. Tindakan manusia ini ditentukan oleh bermacam-macam norma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Norma ini masih dibagi lagi menjadi norma hukum, norma moral, norma agama  dan norma sopan santun. Norma hukum berasal dari hukum dan perundang- undangan, norma agama berasal dari agama sedangkan norma moral berasal dari suara batin. Norma sopan santun  berasal dari  kehidupan sehari-hari sedangkan norma moral berasal dari etika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.3 Etika dan Etiket&lt;br /&gt;Etika (ethics) berarti moral sedangkan etiket (etiquette) berarti sopan santun. Persamaan antara etika dengan etiket yaitu:&lt;br /&gt;•   Etika dan etiket menyangkut perilaku manusia. Istilah tersebut dipakai mengenai manusia tidak mengenai binatang karena binatang tidak mengenal etika maupun etiket.&lt;br /&gt;•   Kedua-duanya mengatur perilaku manusia secara normatif artinya memberi norma bagi perilaku manusia dan dengan demikian menyatakan apa yag harus dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan. Justru karena sifatnya normatif maka kedua istilah tersebut sering dicampuradukkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbedaan antara etika dengan etiket&lt;br /&gt;1. Etiket menyangkut cara melakukan perbuatan manusia. Etiket menunjukkan cara yang tepat artinya cara yang diharapkan serta ditentukan dalam sebuah kalangan tertentu.Etika tidak terbatas pada cara melakukan sebuah perbuatan, etika memberi norma tentang perbuatan itu sendiri. Etika menyangkut masalah apakah sebuah perbuatan boleh dilakukan atau tidak boleh dilakukan.&lt;br /&gt;2.  Etiket hanya berlaku untuk pergaulan.Etika selalu berlaku walaupun tidak ada orang lain. Barang yang dipinjam harus dikembalikan walaupun pemiliknya sudah lupa.&lt;br /&gt;3. Etiket bersifat relatif. Yang dianggap tidak sopan dalam sebuah kebudayaan, dapat saja dianggap sopan dalam kebudayaan lain.Etika jauh lebih absolut. Perintah seperti “jangan berbohong”, “jangan mencuri” merupakan prinsip etika yang tidak dapat ditawar-tawar.&lt;br /&gt;4.   Etiket hanya memadang manusia dari segi lahiriah saja sedangkan etika memandang manusia dari segi dalam. Penipu misalnya tutur katanya lembut, memegang etiket namun menipu. Orang dapat memegang etiket namun munafik sebaliknya seseorang yang berpegang pada etika tidak mungkin munafik karena seandainya dia munafik maka dia tidak bersikap etis. Orang yang bersikap etis adalah orang yang sungguh-sungguh baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.4 Etika dan Ajaran Moral&lt;br /&gt;Etika perlu dibedakan dari moral. Ajaran moral memuat pandangan tentang nilai dan norma moral yang terdapat pada sekelompok manusia. Ajaran moral mengajarkan bagaimana orang harus hidup. Ajaran moral merupakan rumusan sistematik terhadap anggapan tentang apa yang bernilai serta kewajiban manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Etika merupakan ilmu tentang norma, nilai dan ajaran moral. Etika merupakan filsafat yang merefleksikan ajaran moral. Pemikiran filsafat mempunyai 5 ciri khas yaitu bersifat rasional, kritis, mendasar, sistematik dan normatif (tidak sekadar melaporkan pandangan moral melainkan menyelidiki bagaimana pandangan moral yang sebenarnya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pluralisme moral diperlukan karena:&lt;br /&gt;1. pandangan moral yang berbeda-beda karena adanya perbedaan suku,daerah budaya dan agama yang hidup berdampingan;&lt;br /&gt;2. modernisasi membawa perubahan besar dalam struktur dan nilai kebutuhan masyarakat yang akibatnya menantang pandangan moral tradisional;&lt;br /&gt;3.    berbagai ideologi menawarkan diri sebagai penuntun kehidupan, masing-masing dengan ajarannya sendiri tentang bagaimana manusia harus hidup.&lt;br /&gt;Etika sosial dibagi menjadi:&lt;br /&gt;•    Sikap terhadap sesama;&lt;br /&gt;•    Etika keluarga;&lt;br /&gt;•    Etika profesi,  misalnya etika untuk dokumentalis, pialang informasi;&lt;br /&gt;•    Etika politik;&lt;br /&gt;•    Etika lingkungan hidup; serta&lt;br /&gt;•    Kritik ideologi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Moralitas&lt;br /&gt;Ajaran moral memuat pandangan tentang nilai dan norma moral yang terdapat di antara sekelompok manusia. Adapun nilai moral adalah kebaikan manusia sebagai manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Norma moral adalah tentang bagaimana manusia harus hidup supaya menjadi baik sebagai manusia. Ada perbedaan antara kebaikan moral dan kebaikan pada umumnya. Kebaikan moral merupakan kebaikan manusia sebagai manusia sedangkan kebaikan pada umumnya merupakan kebaikan manusia dilihat dari satu segi saja, misalnya sebagai suami atau isteri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Moral berkaitan dengan moralitas. Moralitas adalah sopan santun, segala sesuatu yang berhubungan dengan etiket atau sopan santun. Moralitas dapat berasal dari sumber  tradisi atau adat, agama atau sebuah ideologi atau gabungan dari beberapa sumber.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pluralisme moral&lt;br /&gt;Etika bukan sumber tambahan moralitas melainkan merupakan filsafat yang mereflesikan ajaran moral. Pemikiran filsafat mempunyai lima ciri khas yaitu rasional, kritis, mendasar, sistematik dan normatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasional berarti mendasarkan diri pada rasio atau nalar, pada argumentasi yang bersedia untuk dipersoalkan tanpa perkecualian. Kritis berarti filsafat ingin mengerti sebuah masalah sampai ke akar-akarnya, tidak puas dengan pengertian dangkal. Sistematis artinya membahas langkah demi langkah. Normatif menyelidiki bagaimana pandangan moral yang seharusnya.&lt;br /&gt;Etika dan Agama&lt;br /&gt;Etika tidak dapat menggantikan agama. Agama merupakan hal yang tepat untuk memberikan orientasi moral. Pemeluk agama menemukan orientasi dasar kehidupan dalam agamanya. Akan tetapi agama itu memerlukan ketrampilan etika agar dapat memberikan orientasi, bukan sekadar indoktrinasi.  Hal ini disebabkan empat alasan sebagai berikut:&lt;br /&gt;1.  Orang agama mengharapkan agar ajaran agamanya rasional. Ia tidak puas mendengar bahwa Tuhan memerintahkan sesuatu, tetapi ia juga ingin mengerti mengapa Tuhan memerintahkannya. Etika dapat membantu menggali rasionalitas agama.&lt;br /&gt;2. Seringkali ajaran moral yang termuat dalam wahyu mengizinkan interpretasi yang saling berbeda dan bahkan bertentangan.&lt;br /&gt;3.     Karena perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan masyarakat maka agama menghadapi masalah moral yang secara langsung tidak disinggung- singgung dalam wahyu. Misalnya bayi tabung, reproduksi manusia dengan gen yang sama.&lt;br /&gt;4.      Adanya perbedaan antara etika dan ajaran moral. Etika mendasarkan diri pada argumentasi rasional semata-mata sedangkan agama pada wahyunya sendiri. Oleh karena itu ajaran agama hanya terbuka pada mereka yang mengakuinya sedangkan etika terbuka bagi setiap orang dari semua agama dan pandangan dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.5 Istilah berkaitan&lt;br /&gt;Kata etika sering dirancukan dengan istilah etiket, etis, ethos, iktikad dan kode etik atau kode etika. Etika adalah ilmu yang mempelajari apa yang baik dan buruk. Etiket adalah ajaran sopan santun yang berlaku bila manusia bergaul atau berkelompok dengan manusia lain. Etiket tidak berlaku bila seorang manusia hidup sendiri misalnya hidup di sebuah pulau terpencil atau di tengah hutan.&lt;br /&gt;Etis artinya sesuai dengan ajaran moral, misalnya tidak etis menanyakan usia pada seorang wanita. Ethos artinya sikap dasar seseorang dalam bidang tertentu. Maka ada ungkapan ethos kerja artinya sikap dasar seseorang dalam pekerjaannya, misalnya ethos kerja yang tinggi artinya dia menaruh sikap dasar yang tinggi terhadap pekerjaannya. Kode atika atau kode etik artinya daftar kewajiban dalam menjalankan tugas sebuah profesi yang disusun oleh anggota profesi dan mengikat anggota dalam menjalankan tugasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PROFESI, KODE ETIK DAN PROFESIONALISME&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Definisi Profesi:&lt;br /&gt;Profesi merupakan kelompok lapangan kerja yang khusus melaksanakan kegiatan yang memerlukan ketrampilan dan keahlian tinggi guna memenuhi kebutuhan yang rumit dari manusia, di dalamnya pemakaian dengan cara yang benar akan ketrampilan dan keahlian tinggi, hanya dapat dicapai dengan dimilikinya penguasaan pengetahuan dengan ruang lingkup yang luas, mencakup sifat manusia, kecenderungan sejarah dan lingkungan hidupnya; serta adanya disiplin etika yang dikembangkan dan diterapkan oleh kelompok anggota yang menyandang profesi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga (3) Ciri Utama Profesi&lt;br /&gt;1.      Sebuah profesi mensyaratkan  pelatihan ekstensif sebelum memasuki sebuah profesi;&lt;br /&gt;2.      Pelatihan tersebut meliputi komponen intelektual yang signifikan;&lt;br /&gt;3.     Tenaga yang terlatih mampu memberikan jasa yang penting kepada masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga (3) Ciri Tambahan Profesi&lt;br /&gt;1.  Adanya proses lisensi atau sertifikat;&lt;br /&gt;2.  Adanya organisasi;&lt;br /&gt;3.  Otonomi dalam pekerjaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga Fungsi dari Kode Etik Profesi&lt;br /&gt;1.    Kode etik profesi memberikan pedoman bagi setiap anggota profesi  tentang prinsip profesionalitas yang digariskan;&lt;br /&gt;2.  Kode etik profesi merupakan sarana kontrol sosial bagi masyarakat  atas profesi yang bersangkutan;&lt;br /&gt;3.  Kode etik profesi mencegah campur tangan pihak diluar organisasi  profesi tentang hubungan etika dalam keanggotaan profesi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Etika terbagi atas 2 bidang besar&lt;br /&gt;1.  Etika umum&lt;br /&gt;1.1 Prinsip;&lt;br /&gt;1.2 Moral.&lt;br /&gt;2.  Etika khusus&lt;br /&gt;2.1 Etika Individu;&lt;br /&gt;2.2 Etika Sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Etika sosial yang hanya berlaku bagi kelompok profesi tertentu disebut kode etika atau kode etik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kode Etik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kode etik adalah sistem norma, nilai dan aturan profesional tertulis yang secara tegas menyatakan apa yang benar dan baik, dan apa yang tidak benar dan tidak baik bagi profesional. Kode etik menyatakan perbuatan apa yang benar atau salah, perbuatan apa yang harus dilakukan dan apa yang harus dihindari.&lt;br /&gt;Tujuan kode etik agar profesional memberikan jasa sebaik-baiknya kepada pemakai atau nasabahnya. Adanya kode etik akan melindungi perbuatan yang tidak profesional.&lt;br /&gt;Sifat Kode Etik Profesional&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sifat dan orientasi kode etik hendaknya:&lt;br /&gt;1.  Singkat;&lt;br /&gt;2.  Sederhana;&lt;br /&gt;3.  Jelas dan Konsisten;&lt;br /&gt;4.  Masuk Akal;&lt;br /&gt;5.  Dapat Diterima;&lt;br /&gt;6.  Praktis dan Dapat Dilaksanakan;&lt;br /&gt;7.  Komprehensif dan Lengkap, dan&lt;br /&gt;8.  Positif dalam Formulasinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orientasi Kode Etik hendaknya ditujukan kepada:&lt;br /&gt;1.  Rekan,&lt;br /&gt;2.  Profesi,&lt;br /&gt;3.  Badan,&lt;br /&gt;4.  Nasabah/Pemakai,&lt;br /&gt;5.  Negara, dan&lt;br /&gt;6.  Masyarakat.&lt;br /&gt;Kode Etik Ilmuwan Informasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1895 muncullah istilah dokumentasi sedangkan orang yang bergerak dalam bidang dokumentasi menyebut diri mereka sebagai dokumentalis, digunakan di Eropa Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di AS, istilah dokumentasi diganti menjadi ilmu informasi; American Documentation Institute (ADI) kemudian diganti menjadi American Society for Information (ASIS). ASIS Professionalism Committee yang membuat rancangan ASIS Code of Ethics for Information Professionals.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kode etik yang dihasilkan terdiri dari preambul dan 4 kategori pertanggungan jawab etika, masing-masing pada pribadi, masyarakat, sponsor, nasabah atau atasan dan pada profesi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesulitan menyusun kode etik menyangkut (a) apakah yang dimaksudkan dengan kode etik dan bagaimana seharunya; (b) bagaimana kode tersebut akan digunakan; (c) tingkat rincian kode etik dan (d) siapa yang menjadi sasaran kode etik dan kode etik diperuntukkan bagi kepentingan siapa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Profesionalisme&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Profesionalisme adalah suatu paham yang mencitakan dilakukannya kegiatan-kegiatan kerja tertentu dalam masyarakat, berbekalkan keahlian yang tinggi dan berdasarkan rasa keterpanggilan –serta ikrar untuk menerima panggilan tersebut– dengan semangat    pengabdian selalu siap memberikan pertolongan&lt;br /&gt;kepada sesama yang tengah dirundung kesulitan di tengah gelapnya kehidupan&lt;br /&gt;(Wignjosoebroto, 1999).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga Watak Kerja Profesionalisme&lt;br /&gt;1.   kerja seorang profesional itu beritikad untuk merealisasikan kebajikan demi tegaknya kehormatan profesi yang digeluti, dan oleh karenanya tidak terlalu mementingkan atau mengharapkan imbalan upah materiil;&lt;br /&gt;2.     kerja seorang profesional itu harus dilandasi oleh kemahiran teknis yang berkualitas tinggi yang dicapai melalui proses pendidikan dan/atau pelatihan yang panjang, ekslusif dan berat;&lt;br /&gt;3.      kerja seorang profesional –diukur dengan kualitas teknis dan kualitas moral– harus menundukkan diri pada sebuah mekanisme kontrol berupa kode etik yang dikembangkan dan disepakati bersama di dalam sebuah organisasi profesi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Harris [1995] ruang gerak seorang profesional ini akan diatur melalui etika profesi yang distandarkan dalam bentuk kode etik profesi. Pelanggaran terhadap kode etik profesi bisa dalam berbagai bentuk, meskipun dalam praktek yang umum dijumpai akan mencakup dua kasus utama, yaitu:&lt;br /&gt;a.     Pelanggaran terhadap perbuatan yang tidak mencerminkan respek terhadap nilai-nilai yang seharusnya dijunjung tinggi oleh profesi itu. Memperdagangkan jasa atau membeda-bedakan pelayanan jasa atas dasar keinginan untuk mendapatkan keuntungan uang yang berkelebihan ataupun kekuasaan merupakan perbuatan yang sering dianggap melanggar kode etik profesi;&lt;br /&gt;b.    Pelanggaran terhadap perbuatan pelayanan jasa profesi yang kurang mencerminkan kualitas keahlian yang sulit atau kurang dapat dipertanggung-jawabkan menurut standar maupun kriteria profesional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ETIKA PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI&lt;br /&gt;Dampak pemanfaatan teknologi informasi yang kurang tepat sebagai berikut (I Made Wiryana):&lt;br /&gt;?    Rasa takut;&lt;br /&gt;?    Keterasingan;&lt;br /&gt;?    Golongan miskin informasi dan minoritas;&lt;br /&gt;?    Pentingnya individu;&lt;br /&gt;?    Tingkat kompleksitas serta kecepatan yang sudah tidak dapat ditangani;&lt;br /&gt;?    Makin rentannya organisasi;&lt;br /&gt;?    Dilanggarnya privasi;&lt;br /&gt;?    Pengangguran dan pemindahan kerja;&lt;br /&gt;?    Kurangnya tanggung jawab profesi;&lt;br /&gt;?    Kaburnya citra manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa langkah untuk menghadapi dampak pemanfaatan TI (I Made Wiryana):&lt;br /&gt;a.   Desain yang berpusat pada manusia;&lt;br /&gt;b.   Dukungan organisasi;&lt;br /&gt;c.   Perencanaan pekerjaan;&lt;br /&gt;d.   Pendidikan;&lt;br /&gt;e.   Umpan balik dan imbalan;&lt;br /&gt;f.    Meningkatkan kesadaran publik;&lt;br /&gt;g.   Perangkat hukum;&lt;br /&gt;h.   Riset yang maju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : http://felix3utama.wordpress.com/2008/12/01/pengertian-dalam-etika-profesi&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1537652591872491398-131963045212837742?l=ardigusman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ardigusman.blogspot.com/feeds/131963045212837742/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ardigusman.blogspot.com/2010/03/pengertian-etika-profesi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1537652591872491398/posts/default/131963045212837742'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1537652591872491398/posts/default/131963045212837742'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ardigusman.blogspot.com/2010/03/pengertian-etika-profesi.html' title='pengertian etika profesi'/><author><name>punya aRdi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00995601739854841913</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_Cy5O4Ull6vg/S6JAGu2HnwI/AAAAAAAAAA4/wKmEorU9UeU/S220/image004.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1537652591872491398.post-7158118999276016960</id><published>2009-12-10T07:28:00.000-08:00</published><updated>2009-12-10T07:29:15.347-08:00</updated><title type='text'>Bab 3 Layanan Telematika</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: times new roman; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);" class="entry"&gt; 					&lt;div class="snap_preview"&gt;&lt;p&gt;Layanan Telematika terdiri dari :&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Layanan Informasi&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p&gt;Teknologi telematika yang merupakan konvergensi dari telekomunikasi, teknologi informasi dan penyiaran memungkinkan terlaksananya aktivitas perekonomian dan sosial kemasyarakatan dengan lebih baik.&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;2.  &lt;strong&gt;Layanan Context- Aware      dan Event Base&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Perangkat komputer memiliki kepekaan dan dapat bereaksi terhadap lingkungan sekitarnya berdasarkan informasi dan aturan-aturan tertentu yang tersimpan di dalam perangkat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tiga hal yang menjadi perhatian sistem &lt;em&gt;context-aware&lt;/em&gt; menurut Albrecht Schmidt, yaitu:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;1. &lt;em&gt;The acquisition of context&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hal ini berkaitan dengan pemilihan konteks dan bagaimana cara memperoleh konteks yang diinginkan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;2. &lt;em&gt;The abstraction and understanding of context&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pemahaman terhadap bagaimana cara konteks yang dipilih berhubungan dengan kondisi nyata, bagaimana informasi yang dimiliki suatu konteks dapat membantu meningkatkan kinerja aplikasi, dan bagaimana tanggapan sistem dan cara kerja terhadap inputan dalam suatu konteks.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;3. &lt;em&gt;Application behaviour based on the recognized context&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dua hal yang paling penting adalah bagaimana pengguna dapat memahami sistem dan tingkah lakunya yang sesuai dengan konteks yang dimilikinya serta bagaimana caranya memberikan kontrol penuh kepada pengguna terhadap sistem.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;3.   &lt;strong&gt;Layanan Keamanan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt; 4.   Layanan Perbaikan      Sumber&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;posted by : &lt;a href="http://disav3.wordpress.com"&gt;Dian Safitri&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;/div&gt;				&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1537652591872491398-7158118999276016960?l=ardigusman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ardigusman.blogspot.com/feeds/7158118999276016960/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ardigusman.blogspot.com/2009/12/bab-3-layanan-telematika.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1537652591872491398/posts/default/7158118999276016960'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1537652591872491398/posts/default/7158118999276016960'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ardigusman.blogspot.com/2009/12/bab-3-layanan-telematika.html' title='Bab 3 Layanan Telematika'/><author><name>punya aRdi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00995601739854841913</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_Cy5O4Ull6vg/S6JAGu2HnwI/AAAAAAAAAA4/wKmEorU9UeU/S220/image004.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1537652591872491398.post-2384095934027442399</id><published>2009-12-10T07:25:00.000-08:00</published><updated>2009-12-10T07:29:15.350-08:00</updated><title type='text'>Bab 4 Teknologi</title><content type='html'>&lt;br style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Jaringan wireless: jaringan yang mengkoneksikan dua komputer atau lebih menggunakan sinyal radio, cocok untuk berbagi-pakai file, printer, atau akses Internet. Berbagi sumber file dan memindah-mindahkannya tanpa menggunakan kabel.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;br style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Cara Kerja Jaringan Wireless :&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;br style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Bila Anda ingin mengkoneksikan dua komputer atau lebih di lokasi yang sukar atau tidak mungkin untuk memasang kabel jaringan, sebuah jaringan wireless (tanpa kabel) mungkin cocok untuk diterapkan. Setiap PC pada jaringan wireless dilengkapi dengan sebuah radio tranceiver, atau biasanya disebut adapter atau kartu wireless LAN, yang akan mengirim dan menerima sinyal radio dari dan ke PC lain dalam jaringan. Anda akan mendapatkan banyak adapter dengan konfigurasi internal dan eksternal, baik untuk PC desktop maupun notebook.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;br style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Mirip dengan jaringan Ethernet kabel, sebuah wireless LAN mengirim data dalam bentuk paket. Setiap adapter memiliki nomor ID yang permanen dan unik yang berfungsi sebagai sebuah alamat, dan tiap paket selain berisi data juga menyertakan alamat penerima dan pengirim paket tersebut. Sama dengan sebuah adapter Ethernet, sebuah kartu wireless LAN akan memeriksa kondisi jaringan sebelum mengirim paket ke dalamnya. Bila jaringan dalam keadaan kosong, maka paket langsung dikirimkan. Bila kartu mendeteksi adanya data lain yang sedang menggunakan frekuensi radio, maka ia akan menunggu sesaat kemudian memeriksanya kembali.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;br style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Wireless LAN biasanya menggunakan salah satu dari dua topologi–cara untuk mengatur sebuah jaringan. Pada topologi ad-hoc–biasa dikenal sebagai jaringan peer-to-peer–setiap PC dilengkapi dengan sebuah adapter wireless LAN yang mengirim dan menerima data ke dan dari PC lain yang dilengkapi dengan adapter yang sama, dalam radius 300 kaki (±100 meter). Untuk topologi infrastruktur, tiap PC mengirim dan menerima data dari sebuah titik akses, yang dipasang di dinding atau langit-langit berupa sebuah kotak kecil berantena. Saat titik akses menerima data, ia akan mengirimkan kembali sinyal radio tersebut (dengan jangkauan yang lebih jauh) ke PC yang berada di area cakupannya, atau dapat mentransfer data melalui jaringan Ethernet kabel. Titik akses pada sebuah jaringan infrastruktur memiliki area cakupan yang lebih besar, tetapi membutuhkan alat dengan harga yang lebih mahal.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Walau menggunakan prinsip kerja yang sama, kecepatan mengirim data dan frekuensi yang digunakan oleh wireless LAN berbeda berdasarkan jenis atau produk yang dibuat, tergantung pada standar yang mereka gunakan. Vendor-vendor wireless LAN biasanya menggunakan beberapa standar, termasuk IEEE 802.11, IEEE 802.11b, OpenAir, dan HomeRF.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;br style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Cara Kerja Terminal :&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;br style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Dalam contoh kasus diatas, dhcp server, tftp server, nfs server dan xdm server berada dalam satu mesin komputer atau disebut server. Pada saat komputer terminal/client selesai melakukan proses booting dan user login ke dalam server, beberapa program aplikasi akan berjalan didalam server tetapi output / tampilan akan berada pada komputer terminal/client. Ini adalah teori dasar dari x-windows ltsp. Komputer terminal/client hanya berjalan pada linux kernel, Xfree86, Init dan print server daemon untuk melakukan pencetakan ke dalam lokal printer. Karena progaram ini adalah sangat kecil agar dapat dijalankan padakomputer` terminal/client maka kita dapat melakukan penghematan daya listrik dengan memakai power yang rendah dan dapat dijalankan dengan menggunakan komputer 486 16mb untuk ram dengan tampilan x window terminal/client (tanpa harddisk). Bila kita menggunakan beberapa komputer terminal/client dengan satu server permasalahan yang timbul jika komputer terminal/client akan berjalan, komputer terminal/client akan butuh untuk menulis beberapa files ke dalam server, dan juga komputer terminal/client membutuhkan untuk menghubungkan beberapa sistem file root. Jika mempunyai 50 komputer terminal/client kita membutuhkan 50 bagian direktori yang harus diexported. Ini adalah salah satu kenyataan dan tantangan yang harus di coba untuk ditangani. Garis besarnya, tutorial singkat ini akan memberikan contoh konfigurasi file dan program yang dibutuhkan agar komputer terminal/client dapat berjalan pada saat di booting. Beberapa komputer terminal/client mempunyai spesifikasi perangkat keras yang berbeda. Seperti lan card, vga card dan type.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;br style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;posted by : &lt;/span&gt;&lt;a style="font-family: times new roman;" href="http://disav3.wordpress.com"&gt;Dian Safitri&lt;/a&gt;&lt;br style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;br style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1537652591872491398-2384095934027442399?l=ardigusman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ardigusman.blogspot.com/feeds/2384095934027442399/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ardigusman.blogspot.com/2009/12/bab-4-teknologi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1537652591872491398/posts/default/2384095934027442399'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1537652591872491398/posts/default/2384095934027442399'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ardigusman.blogspot.com/2009/12/bab-4-teknologi.html' title='Bab 4 Teknologi'/><author><name>punya aRdi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00995601739854841913</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_Cy5O4Ull6vg/S6JAGu2HnwI/AAAAAAAAAA4/wKmEorU9UeU/S220/image004.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1537652591872491398.post-7976643199626407096</id><published>2009-12-10T07:23:00.001-08:00</published><updated>2009-12-10T07:29:15.353-08:00</updated><title type='text'>BAB 5 Fitur-fitur Antarmuka Pengguna Telematika</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: times new roman;" class="entry"&gt; 					&lt;div class="snap_preview"&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;strong&gt;Pengertian antarmuka ( &lt;em&gt;interface&lt;/em&gt;)&lt;/strong&gt; &lt;/span&gt;adalah salah satu layanan yang disediakan sistem operasi sebagai sarana interaksi antara pengguna dengan sistem operasi. Antarmuka adalah komponen sistem operasi yang bersentuhan langsung dengan pengguna. Terdapat dua jenis antarmuka, yaitu &lt;em&gt;Command Line Interface&lt;/em&gt;(CLI) dan &lt;em&gt;Graphical User Interface&lt;/em&gt;(GUI).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;strong&gt;Fitur Pada Antarmuka Pengguna Telematika :&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-weight: normal;"&gt;1. Head      Up Display System&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Merupakan sebuah tampilan transparan yang menampilkan data tanpa mengharuskan penggunaannya untuk melihat ke arah yang lain dari sudut pandang biasanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;2. Tangible      User Interface&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Antarmuka dimana seseorang dapat berinteraksi dengan informasi digital lewat lingkungan fisik.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;3. Computer      Vision&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Merupakan ilmu pengetahuan dan teknologi dari mesin yang melihat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;4. Browsing      Audio Data&lt;/p&gt; &lt;p&gt;5. Speech      Recognition&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Merupakan salah satu fitur antarmuka telematika yang merubah suara menjadi tulisan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;6. Speech      Synthesis&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Merupakan hasil kecerdasan buatan dari pembicaraan manusia.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;posted by : &lt;a href="http://disav3.wordpress.com"&gt;Dian Safitri&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;/div&gt;				&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1537652591872491398-7976643199626407096?l=ardigusman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ardigusman.blogspot.com/feeds/7976643199626407096/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ardigusman.blogspot.com/2009/12/bab-5-fitur-fitur-antarmuka-pengguna.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1537652591872491398/posts/default/7976643199626407096'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1537652591872491398/posts/default/7976643199626407096'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ardigusman.blogspot.com/2009/12/bab-5-fitur-fitur-antarmuka-pengguna.html' title='BAB 5 Fitur-fitur Antarmuka Pengguna Telematika'/><author><name>punya aRdi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00995601739854841913</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_Cy5O4Ull6vg/S6JAGu2HnwI/AAAAAAAAAA4/wKmEorU9UeU/S220/image004.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1537652591872491398.post-4619929737636643847</id><published>2009-12-10T07:19:00.000-08:00</published><updated>2009-12-10T07:29:15.356-08:00</updated><title type='text'>BAB 6 &amp; 7 Teknologi yang Terkait  Antarmuka Telematika</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Fitur-fitur Pada Antarmuka Pengguna Telematika setelah kita tahu apa itu antarmuka telematika, ada 6 macam fitur yang terdapat pada antarmuka pengguna telematika. Fitur-fitur itu antara lain:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;1. Head Up Display System&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Head Up Display (HUD) merupakan sebuah tampilan transparan yang menampilkan data tanpa mengharuskan penggunanya untuk melihat ke arah yang lain dari sudut pandang biasanya. Asal nama dari alat ini yaitu pengguna dapat melihat informasi dengan kepala yang terangkat (head up) dan melihat ke arah depan daripada melihat ke arah bawah bagian instrumen. Walaupun HUD dibuat untuk kepentingan penerbangan militer, sekarang HUD telah digunakan pada penerbangan sipil, kendaraang bermotor dan aplikasi lainnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;2. Tangible User Interface&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tangible User Interface, yang disingkat TUI, adalah antarmuka dimana seseorang dapat berinteraksi dengan informasi digital lewat lingkungan fisik. Nama inisial Graspable User Interface, sudah tidak lagi digunakan. Salah satu perintis TUI ialah Hiroshi Ishii, seorang profesor di Laboratorium Media MIT yang memimpin Tangible Media Group. Pandangan istimewanya untuk tangible UI disebut tangible bits, yaitu memberikan bentuk fisik kepada informasi digital sehingga membuat bit dapat dimanipulasi dan diamati secara langsung.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;3. Computer Vision&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Computer Vision (komputer visi) merupakan ilmu pengetahuan dan teknologi dari mesin yang melihat. Dalam aturan pengetahuan, komputer visi berhubungan dengan teori yang digunakan untuk membangun sistem kecerdasan buatan yang membutuhkan informasi dari citra (gambar). Data citranya dapat dalam berbagai bentuk, misalnya urutan video, pandangan deri beberapa kamera, data multi dimensi yang di dapat dari hasil pemindaian medis.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;4.   Browsing Audio Data&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;5.   Speech Recognition&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dikenal juga dengan pengenal suara otomatis (automatic speech recognition) atau pengenal suara komputer (computer speech recognition). Merupakan salah satu fitur antarmuka telematika yang merubah suara menjadi tulisan. Istilah ‘voice recognition’ terkadang digunakan untuk menunjuk ke speech recognition dimana sistem pengenal dilatih untuk menjadi pembicara istimewa, seperti pada kasus perangkat lunak untuk komputer pribadi, oleh karena itu disana terdapat aspek dari pengenal pembicara, dimana digunakan untuk mengenali siapa orang yang berbicara, untuk mengenali lebih baik apa yang orang itu bicarakan. Speech recognition merupakan istilah masukan yang berarti dapat mengartikan pembicaraan siapa saja.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;6.   Speech Synthesis&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;Speech synthesis merupakan hasil kecerdasan buatan dari pembicaraan        manusia.Komputer yang digunakan untuk tujuan ini disebut speech syhthesizer dan dapat diterapkan pada perangkat lunak dan perangkat keras. Sebuah sistem text to speech (TTS) merubah bahasa normal menjadi pembicaraan.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;posted by : &lt;a href="http://ilutelematika.blogspot.com"&gt;Rillia Anggraini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Sumber : &lt;a href="http://code86.wordpress.com/2009/11/19/layanan-interface-dan-fitur-fitur-telematika/"&gt;http://code86.wordpress.com/2009/11/19/layanan-interface-dan-fitur-fitur-telematika/&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1537652591872491398-4619929737636643847?l=ardigusman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ardigusman.blogspot.com/feeds/4619929737636643847/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ardigusman.blogspot.com/2009/12/bab-6-7-teknologi-yang-terkait.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1537652591872491398/posts/default/4619929737636643847'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1537652591872491398/posts/default/4619929737636643847'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ardigusman.blogspot.com/2009/12/bab-6-7-teknologi-yang-terkait.html' title='BAB 6 &amp; 7 Teknologi yang Terkait  Antarmuka Telematika'/><author><name>punya aRdi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00995601739854841913</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_Cy5O4Ull6vg/S6JAGu2HnwI/AAAAAAAAAA4/wKmEorU9UeU/S220/image004.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1537652591872491398.post-2222781043217206828</id><published>2009-12-10T07:17:00.000-08:00</published><updated>2009-12-10T07:29:15.359-08:00</updated><title type='text'>Bab 2 Arsitektur</title><content type='html'>&lt;p style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Arsitektur aplikasi client-server &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;Arsitektur aplikasi merupakan suatu desain aplikasi yang terdiri dari komponen komponen yang saling berinteraksi satu sama lain. Biasanya juga disebut dengan infrastruktur aplikasi. Cara komunikasi komponen-komponen tersebut melalui network atau jaringan yang saling terhubung. Terdapat beberapa macam arsitektur aplikasi, di antaranya Stand Alone, Client Server (Two Tier), dan Three Tier.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;Client-Server adalah pembagian kerja antara server dan client yg mengakses server dalam suatu jaringan. Jadi arsitektur client-server adalah desain sebuah aplikasi terdiri dari client dan server yang saling berkomunikasi ketika mengakses server dalam suatu jaringan.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Macam-macam arsitektur aplikasi Client-Server:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;strong&gt;Arsitektur Stand Alone (one-tier)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;Dengan menggunakan Arsitektur Stand Alone, maka proses yang dilakukan terjadi pada komputer itu sendiri. Pada arsitektur Stand Alone, biasanya juga terdapat aplikasi dan database pada komputer yang sama. Saat ini, komputer yang menggunakan arsitektur Stand Alone hanya berupa PC User yang memaintain data pada komputer itu sendiri. Tetapi arsitektur Stand Alone sebenarnya juga masih dipakai terutama untuk Server Mainframe seperti UNIX, AS400, dan sebagainya.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;Client yang ada pada user merupakan dump terminal yang digunakan untuk mengakses server tersebut. Dan semua proses yang terjadi ada pada server Mainframe dan bukan pada terminal.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;strong&gt;Client Server (Two Tier)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;Client Server disebut juga dengan Two Tier karena arsitektur ini hanya memiliki dua tingkatan, yaitu satu sebagai Client dan satu lagi sebagai Server. Arsitektur ini memungkinkan aplikasi pada komputer Client berinteraksi dengan Server melalui jaringan. Umumnya, aplikasi Client Server merupakan aplikasi desktop, dimana aplikasi terinstal di masing-masing PC, dan mengambil data pada satu Server. Server ini merupakan Database Server, dimana dijadikan sebagai pusat data dari aplikasi. Pada arsitektur Client Server ini, proses yang terjadi bisa pada Client maupun pada Server.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;Aplikasi-aplikasi yang ada Client bisa dipergunakan sebagai proses bisnis maupun hanya merupakan suatu &lt;em&gt;User Interface &lt;/em&gt;aplikasi. Untuk membuat suatu proses bisnis pada Client, maka kebanyakan aplikasi menggunakan suatu metode berupa Class yang terbungkus di dalam suatu object.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;Proses bisnis juga bisa ditempatkan pada Server. Server pada Client Server biasanya digunakan untuk Database, seperti Oracle dan SQL Server, menggunakan Stored Procedure sehingga bisa mengurangi bandwidth jaringan.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;strong&gt;Three Tier&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;Arsitektur Three Tier merupakan inovasi dari arsitektur Client Server. Pada arsitektur Three Tier ini terdapat Application Server yang berdiri di antara Client dan Database Server. Contoh dari Application server adalah IIS, WebSphere, dan sebagainya.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;Application Server umumnya berupa business process layer, dimana bisa didevelop menggunakan PHP, ASP.Net, maupun Java. Sehingga kita menempatkan beberapa business logic kita pada tier tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;Arsitektur Three Tier ini banyak sekali diimplementasikan dengan menggunakan Web Application. Karena dengan menggunakan Web Application, Client Side (Komputer Client) hanya akan melakukan instalasi Web Browser. Dan saat komputer client melakukan inputan data, maka data tersebut dikirimkan ke Application Server dan diolah berdasarkan business process-nya. Selanjutnya Application Server akan melakukan komunikasi dengan database server.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;Biasanya, implementasi arsitektur Three Tier terkendala dengan network bandwidth. Karena aplikasinya berbasiskan web, maka Application Server selalu mengirimkan Web Application-nya ke computer Client. Jika kita memiliki banyak sekali client, maka bandwidth yang harus disiapkan akan cukup besar, sedangkan network bandwidth biasanya memiliki limitasi. Oleh karena itu biasanya, untuk mengatasi masalah ini, Application Server ditempatkan pada sisi client dan hanya mengirimkan data ke dalam database server.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;strong&gt;Multi Tier&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;Arsitektur Multi Tier adalah suatu metode yang sangat mirip dengan Three Tier. Bedanya, pada Multi Tier akan diperjelas bagian UI (User Interface) dan Data Processing. Yang membedakan arsitektur ini adalah dengan adanya Business Logic Server. Database Server dan Bussines Logic Server merupakan bagian dari Data Processing, sedangkan Application Server dan Client/Terminal merupakan bagian dari UI.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;Business Logic Server biasanya masih menggunakan bahasa pemrograman terdahulu, seperti COBOL. Karena sampai saat ini, bahasa pemrograman tersebut masih sangat mumpuni sebagai business process.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;posted by : &lt;a href="http://ariedisna-telematika.blogspot.com"&gt;Arie Disna Nugraha&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1537652591872491398-2222781043217206828?l=ardigusman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ardigusman.blogspot.com/feeds/2222781043217206828/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ardigusman.blogspot.com/2009/12/bab-2-arsitektur.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1537652591872491398/posts/default/2222781043217206828'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1537652591872491398/posts/default/2222781043217206828'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ardigusman.blogspot.com/2009/12/bab-2-arsitektur.html' title='Bab 2 Arsitektur'/><author><name>punya aRdi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00995601739854841913</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_Cy5O4Ull6vg/S6JAGu2HnwI/AAAAAAAAAA4/wKmEorU9UeU/S220/image004.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1537652591872491398.post-5969856432895301365</id><published>2009-12-10T07:16:00.000-08:00</published><updated>2009-12-10T07:29:15.362-08:00</updated><title type='text'>Bab 12 Proses Komunikasi Java</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Teknologi Virtual Machine&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;br style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Teknologi virtual machine memiliki banyak kegunaan seperti memungkinkan konsolidasi perangkat keras, memudahkan recovery sistem, dan menjalankan perangkat lunak terdahulu. Salah satu penerapan penting dari teknologi VM adalah integrasi lintas platform. Beberapa penerapan lainnya yang penting adalah&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;br style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;1. Konsolidasi server.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;br style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Jika beberapa server menjalankan aplikasi yang hanya memakan sedikit sumber daya,     VM dapat digunakan untuk menggabungkan aplikasi-aplikasi tersebut sehingga berjalan pada satu server saja, walaupun aplikasi tersebut memerlukan sistem operasi yang berbeda-beda.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;br style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;2. Otomasi dan konsolidasi lingkungan pengembangan dan testing.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;br style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Setiap VM dapat berperan sebagai lingkungan yang berbeda, ini memudahkan pengembang sehingga tidak perlu menyediakan lingkungan tersebut secara fisik.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;br style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;3. Menjalankan perangkat lunak terdahulu.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;br style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Sistem operasi dan perangkat lunak terdahulu dapat dijalankan pada sistem yang lebih baru.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;br style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;4. Memudahkan recovery sistem.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;br style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Solusi virtualisasi dapat dipakai untuk rencana recovery sistem yang memerlukan portabilitas dan fleksibilitas antar platform.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;br style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;5. Demonstrasi perangkat lunak.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;br style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Dengan teknologi VM, sistem operasi yang bersih dan konfigurasinya dapat disediakan secara cepat.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;br style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;posted by : &lt;/span&gt;&lt;a style="font-family: times new roman;" href="http://ariedisna-telematika.blogspot.com"&gt;Arie Disna Nugraha&lt;/a&gt;&lt;br style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1537652591872491398-5969856432895301365?l=ardigusman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ardigusman.blogspot.com/feeds/5969856432895301365/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ardigusman.blogspot.com/2009/12/bab-12-proses-komunikasi-java.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1537652591872491398/posts/default/5969856432895301365'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1537652591872491398/posts/default/5969856432895301365'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ardigusman.blogspot.com/2009/12/bab-12-proses-komunikasi-java.html' title='Bab 12 Proses Komunikasi Java'/><author><name>punya aRdi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00995601739854841913</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_Cy5O4Ull6vg/S6JAGu2HnwI/AAAAAAAAAA4/wKmEorU9UeU/S220/image004.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1537652591872491398.post-1059585384419839630</id><published>2009-12-10T07:15:00.000-08:00</published><updated>2009-12-10T07:29:15.364-08:00</updated><title type='text'>Bab 11 AMI-C</title><content type='html'>&lt;font size="3"&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;AMIC&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;br style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;AMIC – The Automotive Multimedia Interface Colaboration (AMIC) didirikan pada Oktober 1998 dengan tujuan untuk mengembangkan serangkaian spesifikasi umum untuk multimedia interface ke sistem elektronik kendaraan bermotor untuk mengakomodasi berbagai berbasis komputer perangkat elektronik di dalam kendaraan. Inisiatif ini-yang pendiri Daimler-Chrysler, Ford, General Motors, Renault dan Toyota – sekarang kelompok semua auto utama pembuat, dan dengan demikian menyediakan kesempatan strategis baru untuk mencapai suatu set umum industri mobil persyaratan sebagai dasar untuk konvergensi pasar.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;br style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;AMI-C adalah organisasi global yang mewakili mayoritas dunia produksi kendaraan. AMI-C adalah mengembangkan dan standarisasi yang umum multimedia dan telematika otomotif antarmuka untuk kendaraan jaringan komunikasi.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;br style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;The Automotive Multimedia InterfaceColaboration (AMI-C) mengumumkan hak cipta seluruh dunia penugasan dari otomotif 1394,spesifikasi teknis kepada Asosiasi Perdagangan 1394. Berikut document AMI-C yang sekarang milik 1394TA:&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;br style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;·            AMI-C 3.023 Power Management Spesifikasi&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;br style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;·            AMI-C 3.013 Power Management Arsitektur&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;br style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;·            AMI-C 2001 1.0.2 common Pesan Set Power Management&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;br style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;·            AMI-C Uji 3.034 Document Manajemen Power&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;br style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;·            AMI-C 4.001 Revisi Spesifikasi Fisik&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;br style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Sumber : http://www.osun.org/Automotive+Multimedia+Interface+Colaboration-pdf.html&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;posted by : &lt;/span&gt;&lt;a style="font-family: times new roman;" href="http://poenyanovee.blogspot.com"&gt;Novi Arisanti&lt;/a&gt;&lt;br style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;/font&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1537652591872491398-1059585384419839630?l=ardigusman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ardigusman.blogspot.com/feeds/1059585384419839630/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ardigusman.blogspot.com/2009/12/bab-11-ami-c.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1537652591872491398/posts/default/1059585384419839630'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1537652591872491398/posts/default/1059585384419839630'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ardigusman.blogspot.com/2009/12/bab-11-ami-c.html' title='Bab 11 AMI-C'/><author><name>punya aRdi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00995601739854841913</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_Cy5O4Ull6vg/S6JAGu2HnwI/AAAAAAAAAA4/wKmEorU9UeU/S220/image004.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1537652591872491398.post-6129109388778299769</id><published>2009-12-10T07:13:00.000-08:00</published><updated>2009-12-10T07:29:15.367-08:00</updated><title type='text'>Bab 10 OSGi</title><content type='html'>&lt;font style="color: rgb(0, 0, 0);" size="3"&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;The OSGi Alliance (sebelumnya dikenal sebagai Open Services Gateway inisiatif, sekarang nama kuno) adalah terbuka organisasi standar yang didirikan pada Maret 1999. Aliansi dan anggota-anggotanya telah ditentukan yang Java berbasis layanan platform yang dapat dikelola dari jarak jauh. Inti bagian dari spesifikasi adalah sebuah kerangka kerja yang mendefinisikan suatu manajemen siklus hidup aplikasi model, sebuah layanan registry, sebuah lingkungan Eksekusi dan ModulBerdasarkan kerangka ini, sejumlah besar OSGi layers, API, dan Jasa telah ditetapkan.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;br style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;OSGi Framework Lingkup&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;br style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Kerangka kerja yang OSGi sistem modul untuk Java yang lengkap dan mengimplementasikan sebuah model komponen dinamis, sesuatu yang tidak ada di Jawa standalone / VM lingkungan. Aplikasi atau komponen (datang dalam bentuk bungkusan untuk penyebaran) dapat jarak jauh diinstal, mulai, berhenti, diperbarui dan dihapus tanpa memerlukan reboot; pengelolaan paket Jawa / kelas ditentukan dengan sangat rinci. Hidup siklus manajemen dilakukan melalui API yang memungkinkan untuk remote men-download dari kebijakan manajemen. Registri layanan memungkinkan berkas untuk mendeteksi penambahan layanan baru, atau penghapusan layanan, dan beradaptasi sesuai.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;br style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Asli layanan fokus pada penerapan gateway tapi ternyata jauh lebih luas. OSGi spesifikasi yang sekarang digunakan dalam aplikasi mulai dari ponsel ke open source Eclipse IDE. Wilayah aplikasi lain meliputi mobil, otomasi industri, otomatisasi bangunan, PDA, komputasi grid, hiburan (misalnya iPronto), manajemen armada, dan aplikasi server.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;br style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Spesifikasi Proses&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;br style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;OSGi spesifikasi yang dikembangkan oleh para anggota dalam proses terbuka dan tersedia untuk umum secara gratis di bawah Lisensi Spesifikasi OSGi. OSGi Alliance yang memiliki kepatuhan program yang hanya terbuka untuk anggota. Pada Oktober 2009, daftar bersertifikat OSGi implementasi berisi lima entri.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;br style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Arsitektur&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;br style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;OSGi Service Gateway Arsitektur&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;br style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Setiap kerangka yang menerapkan standar OSGi menyediakan suatu lingkungan untuk modularisasi aplikasi ke dalam kumpulan yang lebih kecil. Setiap bundel adalah erat-coupled, dynamically loadable kelas koleksi, botol, dan file-file konfigurasi yang secara eksplisit menyatakan dependensi eksternal mereka (jika ada).&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;font size="3"&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;posted by : &lt;a href="http://poenyanovee.blogspot.com"&gt;Novi Arisanti&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1537652591872491398-6129109388778299769?l=ardigusman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ardigusman.blogspot.com/feeds/6129109388778299769/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ardigusman.blogspot.com/2009/12/bab-10-osgi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1537652591872491398/posts/default/6129109388778299769'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1537652591872491398/posts/default/6129109388778299769'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ardigusman.blogspot.com/2009/12/bab-10-osgi.html' title='Bab 10 OSGi'/><author><name>punya aRdi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00995601739854841913</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_Cy5O4Ull6vg/S6JAGu2HnwI/AAAAAAAAAA4/wKmEorU9UeU/S220/image004.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1537652591872491398.post-3506517374705267961</id><published>2009-12-08T05:14:00.000-08:00</published><updated>2009-12-08T06:43:37.380-08:00</updated><title type='text'>Bab 9 Manajemen Data</title><content type='html'>&lt;div face="times new roman" style="text-align: justify;"&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 10"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 10"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CQ%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="PlaceType"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="PlaceName"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="place" downloadurl="http://www.5iantlavalamp.com/"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:Wingdings; 	panose-1:5 0 0 0 0 0 0 0 0 0; 	mso-font-charset:2; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:0 268435456 0 0 -2147483648 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	mso-font-alt:"Century Gothic"; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:Calibri; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} p 	{mso-style-noshow:yes; 	mso-margin-top-alt:auto; 	margin-right:0in; 	mso-margin-bottom-alt:auto; 	margin-left:0in; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;}  /* List Definitions */  @list l0 	{mso-list-id:278610638; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:1223039182 1633071898 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693;} @list l0:level1 	{mso-level-number-format:bullet; 	mso-level-text:; 	mso-level-tab-stop:245.7pt; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:.3in; 	text-indent:-.3in; 	font-family:Symbol; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	color:windowtext;} @list l1 	{mso-list-id:326709730; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:1016218032 1633071898 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693;} @list l1:level1 	{mso-level-number-format:bullet; 	mso-level-text:; 	mso-level-tab-stop:245.7pt; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:.3in; 	text-indent:-.3in; 	font-family:Symbol; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	color:windowtext;} @list l2 	{mso-list-id:337386936; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:-1136632440 1633071898 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693;} @list l2:level1 	{mso-level-number-format:bullet; 	mso-level-text:; 	mso-level-tab-stop:263.7pt; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:.55in; 	text-indent:-.3in; 	font-family:Symbol; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	color:windowtext;} @list l3 	{mso-list-id:397555012; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:1145095770 1633071898 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693;} @list l3:level1 	{mso-level-number-format:bullet; 	mso-level-text:; 	mso-level-tab-stop:263.7pt; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:.55in; 	text-indent:-.3in; 	font-family:Symbol; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	color:windowtext;} @list l4 	{mso-list-id:636303106; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:-3263806 1633071898 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693;} @list l4:level1 	{mso-level-number-format:bullet; 	mso-level-text:; 	mso-level-tab-stop:259.9pt; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:35.8pt; 	text-indent:-.3in; 	font-family:Symbol; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	color:windowtext;} @list l5 	{mso-list-id:757404141; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:-533269858 1633071898 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693;} @list l5:level1 	{mso-level-number-format:bullet; 	mso-level-text:; 	mso-level-tab-stop:263.7pt; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:.55in; 	text-indent:-.3in; 	font-family:Symbol; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	color:windowtext;} @list l6 	{mso-list-id:866605403; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:1805910904 1633071898 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693;} @list l6:level1 	{mso-level-number-format:bullet; 	mso-level-text:; 	mso-level-tab-stop:245.7pt; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:.3in; 	text-indent:-.3in; 	font-family:Symbol; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	color:windowtext;} @list l7 	{mso-list-id:1251622266; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:631294686 1633071898 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693;} @list l7:level1 	{mso-level-number-format:bullet; 	mso-level-text:; 	mso-level-tab-stop:263.7pt; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:.55in; 	text-indent:-.3in; 	font-family:Symbol; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	color:windowtext;} @list l8 	{mso-list-id:1276400382; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:999716530 1633071898 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693;} @list l8:level1 	{mso-level-number-format:bullet; 	mso-level-text:; 	mso-level-tab-stop:259.9pt; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:35.8pt; 	text-indent:-.3in; 	font-family:Symbol; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	color:windowtext;} @list l9 	{mso-list-id:1474371681; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:-1082983364 1633071898 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693;} @list l9:level1 	{mso-level-number-format:bullet; 	mso-level-text:; 	mso-level-tab-stop:259.9pt; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:35.8pt; 	text-indent:-.3in; 	font-family:Symbol; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	color:windowtext;} @list l10 	{mso-list-id:1574966740; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:335584508 1633071898 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693;} @list l10:level1 	{mso-level-number-format:bullet; 	mso-level-text:; 	mso-level-tab-stop:259.9pt; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:35.8pt; 	text-indent:-.3in; 	font-family:Symbol; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	color:windowtext;} @list l11 	{mso-list-id:2018116307; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:-49518950 1633071898 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693;} @list l11:level1 	{mso-level-number-format:bullet; 	mso-level-text:; 	mso-level-tab-stop:259.9pt; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:35.8pt; 	text-indent:-.3in; 	font-family:Symbol; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	color:windowtext;} @list l12 	{mso-list-id:2126386947; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:321548818 1633071898 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693;} @list l12:level1 	{mso-level-number-format:bullet; 	mso-level-text:; 	mso-level-tab-stop:263.7pt; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:.55in; 	text-indent:-.3in; 	font-family:Symbol; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	color:windowtext;} ol 	{margin-bottom:0in;} ul 	{margin-bottom:0in;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman";} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;PENGERTIAN DAN TUJUAN MANAJEMEN DATA&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div face="times new roman" style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;Manajemen Data adalah bagian dari manajemen sumber daya informasi yang mencakup semua kegiatan yang memastikan bahwa data:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.25in; text-indent: -0.25in; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;·&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Data Akurat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.25in; text-indent: -0.25in; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;·&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Up to Date (Mutakhir)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.25in; text-indent: -0.25in; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;Aman&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.25in; text-indent: -0.25in; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;Tersedia bagi pemakai (user)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.25in; text-indent: -0.25in; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;KEGIATAN MANAJEMEN DATA&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;Kegiatan manajemen data mencakup :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.3in; text-indent: -0.3in; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;Pengumpulan Data&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;Data yang diperlukan dikumpulkan dan dicatat dalam suatu formulir yang disebut dokumen sumber yang berfungsi sebagai input bagi system.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.3in; text-indent: -0.3in; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;Integritas dan Pengujian&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;Data tersebut diperiksa untuk meyakinkan konsistensi dan akurasinya berdasarkan suatu peraturan dan kendala yang telah ditentukan sebelumnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.3in; text-indent: -0.3in; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;Penyimpanan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;Data disimpan pada suatu medium, seperti pita magnetic atau piringan magnetic.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.3in; text-indent: -0.3in; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;Pemeliharaan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;Data baru ditambahkan, data yang ada diubah, dan data yang tidak lagi diperlukan dihapus agar sumberdaya data (berkas) tetap mutakhir.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.3in; text-indent: -0.3in; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;Keamanan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;Data dijaga untuk mencegah penghancuran, kerusakan atau penyalahgunaan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.3in; text-indent: -0.3in; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;Organisasi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;Data disusun sedemikian rupa untuk memenuhi kebutuhan informasi pemakai.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.3in; text-indent: -0.3in; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;Pengambilan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;Data tersedia bagi pemakai.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;KONSEP DATABASE&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.3in; text-indent: -0.3in; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Pengertian Database&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.25in; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;Database adalah sekumpulan data yang saling berhubungan atau berelasi mempresentasikan suatu organisasi dan tersimpan dalam media penyimpanan eksternal.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.25in; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;Tujuan utama dari data base adalah:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.5in; text-indent: -0.25in; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;Menghindari pengulangan data (redudansi)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.5in; text-indent: -0.25in; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;Mencapai indepedensi data (kemampuan untuk membuat perubahan dalam stuktur data tanpa membuat perubahan pada program yang memproses data. Indepedensi data dicapai dengan menempatkan spesifikasi dalam table dan kamus yang terpisah secara fisik dari program.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.5in; text-indent: -0.25in; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.25in; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.3in; text-indent: -0.3in; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Perangkat Lunak Database&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.5in; text-indent: -0.25in; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;Perangkat lunak yang menetapkan dan memelihara integritas logis antar file, baik eksplisit maupun implisit disebut system manajemen database (DBMS).&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.5in; text-indent: -0.25in; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;Inovasi DBMS menampilkan perangkat lunak relasional dan sejumlah paket awal ditujukan bagi pemakai mainframe.&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.5in; text-indent: -0.25in; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;·&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;SQL / DS (Structure Query Language / Data Systems) dan QBE(Quey by Example) dari IBM dan ORACLE dari Relational Software Inc.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.5in; text-indent: -0.25in; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.25in; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.3in; text-indent: -0.3in; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Menciptakan Database&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.25in; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;Proses menciptakan database mencakup tiga langkah utama, yaitu:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.5in; text-indent: -0.25in; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;Menentukan Kebutuhan Data&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.5in; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;Pada langkah ini dilakukan pendefinisian masalah, pemecahan masalah dan pemrosesan untuk menetapkan data.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.5in; text-indent: -0.25in; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;Menjelaskan Data&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.5in; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;Setelah elemen-elemen data yang diperlukan ditentukan, mereka dijelaskan dalam bentuk kamus data. Kamus data adalah suatu ensiklopedi dari informasi mengenai tiap elemen data. System kamus data dapat berupa kertas dan file computer. Jika berupa file, perangkat lunak khusus diperlukan untuk menciptakan dan memeliharanya serta mempersiapkannya untuk digunakan. Perangkat lunak tersebut disebut system kamus data.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.5in; text-indent: -0.25in; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;Memasukan data&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.5in; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;Setelah skema dan sub skema diciptakan, data dapat dimasukkan kedalam database. Hal ini dapat dilaksanakan dengan mengetik data langsung kedalam DBMS, membaca data dari pita atau piringan atau me-scan data secara optis. Data siap digunakan setelah berada dalam database.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.5in; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.3in; text-indent: -0.3in; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Menggunakan Database&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.5in; text-indent: -0.25in; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;Pemakaian database dapat berupa orang / program aplikasi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.5in; text-indent: -0.25in; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;Orang biasanya menggunakan database dari terminal dan mengambil data dan informasi dengan menggunakan query language. Query adalah permintaan informasi dari database dan query language adalah bahasa khusus yang user friendly yang memungkinkan computer dapat menjawab query.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.5in; text-indent: -0.25in; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;Program aplikasi menggunakan / mengambil database atau menyimpan data kedalamnya, data manipulation language (DML) khusus digunakan. Pernyataan-pernyataan DML ditanamkan dalam program aplikasi di titik-titik yang perlu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.5in; text-indent: -0.25in; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:times new roman;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;CLIENT SERVER&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:times new roman;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:times new roman;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;Client-Server adalah pembagian kerja antara server dan client yg mengakses server dalam suatu jaringan. Jadi arsitektur client-server adalah desain sebuah aplikasi terdiri dari client dan server yang saling berkomunikasi ketika mengakses server dalam suatu jaringan.&lt;b style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:times new roman;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:times new roman;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;Macam-macam arsitektur aplikasi Client-Server beserta kelebihan dan kekurangannya yaitu:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 14.2pt; text-indent: -14.2pt; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;1.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt; &lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;b&gt;Standalone (one-tier)&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;Pada arsitektur ini semua pemrosesan dilakukan pada mainframe. Kode aplikasi, data dan semua komponen sistem ditempatkan dan dijalankan pada host.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;Walaupun computer client dipakai untuk mengakses mainframe, tidak ada pemrosesan yang terjadi pada mesin ini, dan karena mereka “dump- client” atau “dump-terminal”. Tipe model ini, dimana semua pemrosesan terjadi secara terpusat, dikenal sebagai berbasis-host. Sekilas dapat dilihat kesalahan pada model ini. Ada dua masalah pada komputasi berbasis host: Pertama, semua pemrosesan terjadi pada sebuah mesin tunggal, sehzingga semakin banyak user yang mengakses host, semakin kewalahan jadinya. Jika sebuah perusahaan memiliki beberapa kantor pusat, user yang dapat mengakses mainframe adalah yang berlokasi pada tempat itu, membiarkan kantor lain tanpa akses ke aplikasi yang ada.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;Pada saat itu jaringan sudah ada namun masih dalam tahap bayi, dan umumnya digunakan untuk menghubungkan terminal dump dan mainframe. Namun keterbatasan yang dikenakan pada user mainframe dan jaringan telah mulai dihapus.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Keuntungan arsitektur standalone (one-tier):&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;Sangat mudah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;Cepat dalam merancang dan mengaplikasikan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Kelemahan arsitektur standalone (one-tier):&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;Skala kecil&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;Susah diamankan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;Menyebabkan perubahan terhadap salah satu komponen diatas tidak mungkin dilakukan, karena akan mengubah semua bagian.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;Tidak memungkinkan adanya re-usable component dan code. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;Cepat dalm merancang dan mengaplikasikan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 14.2pt; text-indent: -14.2pt; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;2.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt; &lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;b&gt;Client/Server (two tier)&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;Dalam model client/server, pemrosesan pada sebuah aplikasi terjadi pada client dan server. Client/server adalah tipikal sebuah aplikasi two-tier dengan banyakclient dan sebuah server yang dihubungkan melalui sebuah jaringan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;Aplikasi ditempatkan pada computer client dan mesin database dijalankan pada server jarak-jauh. Aplikasi client mengeluarkan permintaan ke database yang mengirimkan kembali data ke client-nya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;Model Two-tier terdiri dari tiga komponen yang disusun menjadi dua lapisan : client (yang meminta serice) dan server (yang menyediakan service). Tiga komponen tersebut yaitu:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;1. User Interface. Adalah antar muka program aplikasi yang berhadapan dan digunakan langsung oleh user.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;2. Manajemen Proses.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;3. Database.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;Model ini memisahkan peranan user interface dan database dengan jelas, sehingga terbentuk dua lapisan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Kelebihan dari model client/server&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;Mudah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;Menangani Database Server secara khusus&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;Relatif lebih sederhana untuk di develop dan diimplementasikan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;Lebih cocok diterapkan untuk bisnis kecil.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 14.2pt; text-indent: 35.45pt; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;Server database berisi mesin database, termasuk tabel, prosedur tersimpan, dan trigger (yang juga berisi aturan bisnis). Dalam system client/server, sebagian besar logika bisnis biasanya diterapkan dalam database. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Server database manangani :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Manajemen data&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Keamanan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Query, trigger, prosedur tersimpan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Penangan kesalahan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;Arsitektur client/server merupakan sebuah langkah maju karena mengurangi beban pemrosesan dari komputer sentral ke computer client. Ini berarti semakin banyak user bertambah pada aplikasi client/server, kinerja server file tidak akan menurun dengan cepat. Dengan client/server user dair berbagai lokasi dapat mengakses data yang sama dengan sedikit beban pada sebuah mesin tunggal. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;Namun masih terdapat kelemahan pada model ini. Selain menjalankan tugas-tugas tertentu, kinerja dan skalabilitas merupakan tujuan nyata dari sebagian besar aplikasi. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 14.2pt; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 14.2pt; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Kekurangan dari model client/server : &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 35.8pt; text-indent: -17.8pt; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;Kurangnya skalabilitas&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 35.8pt; text-indent: -17.8pt; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;Koneksi database dijaga&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 35.8pt; text-indent: -17.8pt; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;Tidak ada keterbaharuan kode&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 35.8pt; text-indent: -17.8pt; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;Tidak ada tingkat menengah untuk menangani keamanan dan transaksi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 35.8pt; text-indent: -17.8pt; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;Skala kecil.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 35.8pt; text-indent: -17.8pt; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;Susah di amankan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 35.8pt; text-indent: -17.8pt; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;Lebih mahal.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 35.8pt; text-indent: -17.8pt; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 14.2pt; text-indent: -14.2pt; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;3.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt; &lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;b&gt;Three Tier&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;Arsitektur Three Tier merupakan inovasi dari arsitektur Client Server. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pada arsitektur Three Tier ini terdapat Application Server yang berdiri di antara Client dan Database Server. Contoh dari Application server adalah IIS, WebSphere, dan sebagainya. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;Application Server umumnya berupa business process layer, dimana bisa didevelop menggunakan PHP, ASP.Net, maupun Java. &lt;/span&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;Sehingga kita menempatkan beberapa business logic kita pada tier tersebut.&lt;/span&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;Arsitektur Three Tier ini banyak sekali diimplementasikan dengan menggunakan Web Application. Karena dengan menggunakan Web Application, Client Side (Komputer Client) hanya akan melakukan instalasi Web Browser. Dan saat komputer client melakukan inputan data, maka data tersebut dikirimkan ke Application Server dan diolah berdasarkan business process-nya. Selanjutnya Application Server akan melakukan komunikasi dengan database server. &lt;/span&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;Biasanya, implementasi arsitektur Three Tier terkendala dengan network bandwidth. Karena aplikasinya berbasiskan web, maka Application Server selalu mengirimkan Web&lt;/span&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;Application-nya ke computer Client. Jika kita memiliki banyak sekali client, maka bandwidth yang harus disiapkan akan cukup besar, Sedangkan network bandwidth biasanya memiliki limitasi. Oleh karena itu biasanya, untuk mengatasi masalah ini, Application Server ditempatkan pada sisi client dan hanya mengirimkan data ke dalam database server.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;Konsep model three-tier adalah model yang membagi fungsionalitas ke dalam lapisan-lapisan, aplikasiaplikasi mendapatkan skalabilitas, keterbaharuan, dan keamanan.&lt;span style="color: rgb(28, 28, 28);"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 14.2pt; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 14.2pt; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Kelebihan arsitektur Three Tier :&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 35.8pt; text-indent: -17.8pt; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;Segala sesuatu mengenai &lt;i&gt;database &lt;/i&gt;terinstalasikan pada sisi &lt;i&gt;server&lt;/i&gt;, begitu pula dengan pengkonfigurasiannya. Hal ini membuat harga yang harus dibayar lebih kecil.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 35.8pt; text-indent: -17.8pt; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;Apabila terjadi kesalahan pada salah satu lapisan tidak akan menyebabkan lapisan lain ikut salah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 35.8pt; text-indent: -17.8pt; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;Perubahan pada salah satu lapisan tidak perlu menginstalasi ulang pada lapisan yang lainnya dalam hal ini sisi &lt;i&gt;server &lt;/i&gt;ataupun sisi &lt;i&gt;client.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 35.8pt; text-indent: -17.8pt; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;Skala besar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 35.8pt; text-indent: -17.8pt; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;Keamanan dibelakang firewall.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 35.8pt; text-indent: -17.8pt; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;Transfer informasi antara web server dan server database optimal.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 35.8pt; text-indent: -17.8pt; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;Komunikasi antara system-sistem tidak harus didasarkan pada standart internet, tetapi dapat menggunakan protocol komunikasi yang lebvih cepat dan berada pada tingkat yang lebih rendah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 35.8pt; text-indent: -17.8pt; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;Penggunaan middleware mendukung efisiensi query database dalam SQL di pakai untuk menangani pengambilan informasi dari database&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 14.2pt; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 14.2pt; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Kekurangan arsitekture Three Tier :&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 35.8pt; text-indent: -17.8pt; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;Lebih susah untuk merancang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 35.8pt; text-indent: -17.8pt; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;Lebih susah untuk mengatur&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 35.8pt; text-indent: -17.8pt; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;Lebih mahal&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 35.8pt; text-indent: -17.8pt; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 14.2pt; text-indent: -14.2pt; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;4.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt; &lt;b&gt;Multi Tier&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;Arsitektur Multi Tier adalah suatu metode yang sangat mirip dengan Three Tier. Bedanya, pada Multi Tier akan diperjelas bagian UI (User Interface) dan Data Processing.&lt;/span&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;Yang membedakan arsitektur ini adalah dengan adanya Business Logic Server. Database Server dan Bussines Logic Server merupakan bagian dari Data Processing, sedangkan Application Server dan Client/Terminal merupakan bagian dari UI. Business Logic Server biasanya masih menggunakan bahasa pemrograman terdahulu, seperti COBOL. Karena sampai saat ini, bahasa pemrograman tersebut masih sangat mumpuni sebagai business process.&lt;/span&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;Multi-tier architecture menyuguhkan bentuk three – tier yang diperluas dalam model fisik yang terdistribusi. Application server dapat mengakses Application server yang lain untuk mendapat data dari Data server dan mensuplai servis ke client Application.&lt;/span&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 14.2pt; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 14.2pt; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;Kelebihan arsitektur Multi tier :&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 35.8pt; text-indent: -17.8pt; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dengan menggunakan aplikasi multi-tier database, maka logika aplikasi dapat dipusatkan pada middle-tier, sehingga memudahkan untuk melakukan control terhadap client-client yang mengakses middle server dengan mengatur seting pada dcomcnfg.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 35.8pt; text-indent: -17.8pt; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;Dengan menggunakan aplikasi multi-tier, maka database driver seperti BDE/ODBC untuk mengakses database hanya perlu diinstal sekali pada middle server, tidak perlu pada masing-masing client. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 35.8pt; text-indent: -17.8pt; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;Pada aplikasi multi-tier, logika bisnis pada middle-tier dapat digunakan lagi untuk mengembangkan aplikasi client lain,sehingga mengurangi besarnya program untuk mengembangkan aplikasi lain. Selain itu meringankan beban pada tiap-tiap mesin karena program terdistribusi pada beberapa mesin.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 35.8pt; text-indent: -17.8pt; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;Relatif lebih mahal &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 35.8pt; text-indent: -17.8pt; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;Memerlukan adaptasi yang sangat luas ruang lingkupnya apabila terjadi perubahan sistem yang besar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 14.2pt; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 14.2pt; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Kekurangan arsitektur Multi tier :&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 35.8pt; text-indent: -17.8pt; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;Program aplikasi tidak bisa mengquery langsung ke database server, tetapi harus memanggil prosedur-prosedur yang telah dibuat dan disimpan pada middle-tier.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 35.8pt; text-indent: -17.8pt; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;Lebih mahal&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 35.8pt; text-indent: -17.8pt; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:times new roman;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:times new roman;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:times new roman;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;MANAJEMEN DATABASE SYSTEM PERANGKAT BERGERAK&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:times new roman;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;GSM (&lt;i&gt;Global System for Mobile communication&lt;/i&gt;) adalah suatu teknologi yang digunakan dalam komunikasi mobile dengan teknik digital. Sebagai teknologi yang dapat dikatakan cukup revolusioner karena berhasil menggeser teknologi sistem telekomunikasi bergerak analog yang populer pada dekade 80-an, GSM telah memberikan alernatif berkomunikasi baru bagi dunia telekomunikasi yang lebih powerful. Dengan menggunakan sistem sinyal digital dalam transmisi datanya, membuat kualitas data maupun bit rate yang dihasilkan menjadi lebih baik dibanding sistem analog. Teknologi GSM saat lebih banyak digunakan untuk komunikasi seluler dengan berbagai macam layanannya. Dalam kehidupan sehari-hari kita lebih mengenal Handphone (HP) sebagai aplikasi teknologi GSM yang paling populer. Sejak pertama pengimplementasiannya sampai sekarang GSM telah dikembangkan dalam tiga kelompok yaitu GSM 900, 1800 dan 1900. Perbedaan ketiga kelompok tersebut adalah pada lokasi band frekuensi yang digunakan. GSM 900 menggunakan frekuensi 900 MHz sebagai kanal transmisinya. GSM 1800 dan 1900 masing-masing menggunakan frekuensi 1800 dan 1900 MHz.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:times new roman;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:times new roman;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Arsitektur Jaringan GSM&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:times new roman;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:times new roman;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;Sebuah jaringan GSM dibangun dari beberapa komponen fungsional yang memiliki fungsi dan interface masing-masing yang spesifik. Secara umum jaringan GSM dapat dibagi menjadi tiga bagian utama yaitu :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:times new roman;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;- &lt;i&gt;Mobile Station&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:times new roman;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;- &lt;i&gt;Base Station Subsystem&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:times new roman;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;- &lt;i&gt;Network Subsystem&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:times new roman;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:times new roman;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;Jaringan GSM secara umum terdiri dari :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:times new roman;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:times new roman;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;a. &lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;i&gt;Mobile Stasion &lt;/i&gt;(MS)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;MS merupakan perangkat yang digunakan oleh pelanggan untuk melakukan komunikasi. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;MS terdiri dari dari &lt;i&gt;Mobile Equipment &lt;/i&gt;(ME) dan &lt;i&gt;Subcriber Identity Module &lt;/i&gt;(SIM). ME merupakan terminal transmisi radio yang dilengkapi dengan &lt;i&gt;International Mobile Equipment Identity &lt;/i&gt;(IMEI), sedangkan SIM berisi nomor identitas pelanggan untuk masuk ke jaringan operator GSM.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:times new roman;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:times new roman;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;b. &lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;i&gt;Base Stasion System &lt;/i&gt;(BSS)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;BSS terdiri dari tiga perangkat yaitu :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Base Transceiver Station &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;( BTS )&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;BTS merupakan perangkat pemancar dan penerima yang menangani akses radio dan berinteraksi langsung dengan &lt;i&gt;mobile station &lt;/i&gt;(MS) melalui &lt;i&gt;air interface&lt;/i&gt;. BTS juga mengatur proses handover yang terjadi didalam BTS itu sendiri dan dimonitor oleh BSC.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Base Station controller &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;( BSC )&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;BSC adalah &lt;i&gt;interface &lt;/i&gt;antara BTS dengan MSC dan OMC. BSC juga mengendalikan beberapa BTS serta mengatur trafik yang datang dan pergi dari BSC menuju MSC atau BTS. BSC memanajemen sumber radio dalam pemberian frekuensi untuk setiap BTS dan mengatur &lt;i&gt;handover &lt;/i&gt;ketika &lt;i&gt;mobile station &lt;/i&gt;melewati batas antar sel.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Transcoder &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;(XCDR)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;XCDR berfungsi untuk mengkompres data atau suara keluaran dari MSC (64 Kbps) menjadi 16 Kbps ke arah BSC dan sebaliknya untuk effisiensi kanal transmisi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:times new roman;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;c. &lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;i&gt;Network Switching System &lt;/i&gt;(NSS)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;NSS berfungsi sebagai &lt;i&gt;switching &lt;/i&gt;pada jaringan GSM, memanajemen jaringan, sebagai &lt;i&gt;interface &lt;/i&gt;antara jaringan GSM dengan jaringan lainnya. Komponen NSS pada jaringan GSM terdiri dari :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Mobile Switching Center &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;( MSC )&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;MSC bertugas mengatur komunikasi antar pelanggan dan &lt;i&gt;user &lt;/i&gt;jaringan telekomunikasi lainnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Home Location Register &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;( HLR )&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;HLR merupakan &lt;i&gt;database &lt;/i&gt;yang berisi data pelanggan yang tetap suatu wilayah cakupan. Data-data tersebut antara lain, layanan pelanggan, service tambahan dan informasi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;mengenai lokasi pelanggan yang paling akhir&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Visitor Location Register &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;( VLR )&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;VLR merupakan database yang berisi informasi sementara mengenai pelanggan yang melakukan &lt;i&gt;mobile &lt;/i&gt;(&lt;i&gt;roaming&lt;/i&gt;) dari area cakupan lain.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Authentication Center &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;( AuC )&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;AuC berisi &lt;i&gt;data base &lt;/i&gt;yang bersifat rahasia yang disimpan dalam bentuk format kode untuk pengamanan dan pengontrolan penggunaansistem seluler yang sah dan mencegah pelanggan yang melakukan kecurangan.&lt;i&gt;.&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=""&gt;Equipment Identity Register &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;(EIR)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Merupakan data base terpusat yang berfungsi untuk validasi Internasional &lt;i&gt;Mobile Equipment Identity &lt;/i&gt;(IMEI).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Inter Working Function &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;(IWF)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;IWF berfungsi sebagai &lt;i&gt;interface &lt;/i&gt;antara jaringan GSM dengan jaringan lain. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Echo Canceller &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;(EC)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;EC digunakan untuk sambungan dengan PSTN untuk mengurangi &lt;i&gt;echo &lt;/i&gt;(gaung/gema) dan &lt;i&gt;delay&lt;/i&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:times new roman;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;d. &lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;i&gt;Network Management System&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=""&gt;Operation and &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;st1:placename&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=""&gt;Maintenance&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/st1:placename&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;st1:placetype&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=""&gt;Center&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/st1:placetype&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;( OMC )&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:times new roman;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;OMC sebagai pusat pengontrolan operasi dan pemeliharaan jaringan. Fungsi utamanya mengawasi alarm perangkat dan perbaikan terhadap kesalahan operasi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Network Management Centre &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;(NMC)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-size:100%;"&gt;NMC berfungsi untuk pengontrolan operasi dan pemeliharaan jaringan yang lebih besar dari OMC.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;&lt;a href="http://poenyanovee.blogspot.com"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Bab 10 &lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 10"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 10"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CQ%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman";} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a href="http://poenyanovee.blogspot.com"&gt;Open Services Gateway Initiative (OSGi), posted by : Novi Arisanti&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a href="http://poenyanovee.blogspot.com"&gt;Bab&lt;/a&gt;&lt;a href="http://poenyanovee.blogspot.com"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt; 11 Kolaborasi Antar-Muka Otomotif Multimedia (Automotive Multimedia Interface Colaboration) - AMI-C, posted by : Novi Arisanti&lt;/a&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://ariedisna-telematika.blogspot.com"&gt;Bab 12 Proses Komunitas Java, posted by : Arie Disna Nugraha&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1537652591872491398-3506517374705267961?l=ardigusman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ardigusman.blogspot.com/feeds/3506517374705267961/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ardigusman.blogspot.com/2009/12/bab-9-manajemen-data.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1537652591872491398/posts/default/3506517374705267961'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1537652591872491398/posts/default/3506517374705267961'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ardigusman.blogspot.com/2009/12/bab-9-manajemen-data.html' title='Bab 9 Manajemen Data'/><author><name>punya aRdi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00995601739854841913</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_Cy5O4Ull6vg/S6JAGu2HnwI/AAAAAAAAAA4/wKmEorU9UeU/S220/image004.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1537652591872491398.post-9222042173909618373</id><published>2009-12-08T05:11:00.000-08:00</published><updated>2009-12-08T06:40:18.126-08:00</updated><title type='text'>BAB 8 MIDDLEWARE TELEMATIKA</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 10"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 10"&gt;&lt;link style="font-family: times new roman;" rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CQ%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:Calibri; 	mso-font-alt:"Century Gothic"; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:Calibri; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in; 	mso-header-margin:35.4pt; 	mso-footer-margin:35.4pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman";} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;a href="http://ariedisna-telematika.blogspot.com/"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Bab 2 Arsitektur Client-Server, posted by : Arie Disna Nugraha&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://disav3.wordpress.com/"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Bab 3 Layanan Telematika (Telematics Services), posted by : Dian Safitri&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://disav3.wordpress.com/"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Bab 4 Teknologi, posted by : Dian Safitri&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://disav3.wordpress.com/"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Bab 5 Fitur pada Antar-muka Telematika, posted by : Dian Safitri&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://ilutelematika.blogspot.com/"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Bab 6, 7 Teknologi yang terkait antar-muka Telematika, posted by : Rillia Anggraini&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;Dalam dunia IT, terminologi middleware adalah istilah umum dalam pemrograman komputer yang digunakan untuk menyatukan, sebagai penghubung, ataupun untuk meningkatkan fungsi dari dua buah program/aplikasi yang telah ada. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;"  lang="SV"&gt;Perangkat lunak middleware adalah perangkat lunak yang terletak diantara program aplikasi dan pelayanan-pelayanan yang ada di sistim operasi. Adapun fungsi dari middleware adalah:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 63pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;"  lang="SV"&gt;a.&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;"  lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;"  lang="SV"&gt;Menyediakan lingkungan pemrograman aplilasi sederhana yang menyembunyikan penggunaan secara detail pelayanan-pelayanan yang ada pada sistem operasi .&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 63pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;"  lang="SV"&gt;b.&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;"  lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;"  lang="SV"&gt;Menyediakan lingkungan pemrograman aplikasi yang umum yang mencakup berbagai komputer dan sistim operasi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 63pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;"  lang="SV"&gt;c.&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;"  lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;"  lang="SV"&gt;Mengisi kekurangan yang terdapat antara sistem operasi dengan aplikasi, seperti dalam hal: networking, security, database, user interface, dan system administration.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;"  lang="SV"&gt;Perkembangan middleware dapat dikategorikan sebagai berikut:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;"  lang="SV"&gt;• On Line Transaction Processing (OLTP), merupakan perkembangan awal dari koneksi antar remote database. Pertama kali ditemukan tahun 1969 oleh seorang engineer di Ford, kemudian diadopsi oleh IBM hingga kini dikenal sebagai proses OLTP.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;• Remote Procedure Call (RPC), menyediakan fasilitas jaringan secara transparan. Open Network Computing (ONC) merupakan prototipe pertama yang diperkenalkan awal tahun 70-an. &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;"  lang="SV"&gt;Sun unggul dalam hal ini dengan mengeluarkan suatu standar untuk koneksi ke internet. &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;Distributed Computing Environment (DCE) yang dikeluarkan oleh Open Systems Foundation (OSF) menyediakan fungsi-fungsi ONC yang cukup kompleks dan tidak mudah untuk sis administrasinya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;• Common Object Request Broker Architecture (CORBA), merupakan object-oriented middleware yang menggabungkan fungsi RPC, brokering, dan inheritance. DIGITAL ObjectBroker merupakan salah satu contohnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;Database middleware adalah salah satu jenis middleware disamping message-oriented middleware, object-oriented middleware, remote procedure call, dan transaction processing monitor1. &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;"  lang="SV"&gt;Pada prinsipnya, ada tiga tingkatan integrasi sistem komputer yaitu integrasi jaringan, integrasi data, dan integrasi applikasi&lt;b&gt;.&lt;/b&gt; Database middleware menjawab tantangan integrasi data, sedangkan midleware-middleware yang lain menjawab tantangan integrasi applikasi dan jaringan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;Database middleware yang paling umum digunakan adalah ODBC (Open DataBase Connectivity). Keterbatasan ODBC adalah bahwa middleware ini didisain untuk bekerja pada tipe penyimpanan relational database, lebih tepatnya SQL-based relational database2, meskipun pada saat buku ini ditulis sudah tersedia ODBC untuk text file dan Excel spreadsheet. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;"  lang="SV"&gt;Database middleware yang lain, yang merupakan superset daripada ODBC adalah OLEDB. OLEDB bisa mengakses hampir segala macam bentuk database, dan karenanya Microsoft mengklaim OLEDB sebagai Universal Data Access Interface2. Kelebihan yang lain dari OLEDB adalah dia didisain dengan konsep obyek komponen (Component Object Model) yang mengandalkan object-oriented computing dan menjadi salah satu trend di dunia komputasi. Hanya saja OLEDB relatif masih baru pada saat buku ini ditulis, sehingga penulis belum dapat mengevaluasinya lebih jauh.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;"  lang="SV"&gt;Database middleware yang ketiga lebih bersifat produk daribada sekedar standard seperti ODBC dan OLEDB yang bisa dibuat oleh berbagai vendor. Beberapa produk database middleware yang bisa disebutkan di sini adalah Oracle’s DB Integrator (previously DIGITAL’s DB Integrator), Sybase’s Omni CONNECT, and International Software Group’s Navigator. Kelebihan dari produk-produk ini dibandingkan dengan standard seperti ODBC dan OLEDB adalah performance, yang sangat sulit dimiliki oleh suatu produk yang mengacu pada standar1.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;"  lang="SV"&gt;Database middleware, seperti midleware-middleware yang lain akan tetap dan semakin dibutuhkan dimasa yang akan datang. Dan besar kemungkinannya bahwa OLEDB akan menjadi database middleware yang paling populer pada saat teknologinya matang, karena keterbukaannya, arsitekturnya yang object-oriented, dan kemampuannya mengakses hampir semua tipe penyimpanan data. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1537652591872491398-9222042173909618373?l=ardigusman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ardigusman.blogspot.com/feeds/9222042173909618373/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ardigusman.blogspot.com/2009/12/bab-8-middleware-telematika.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1537652591872491398/posts/default/9222042173909618373'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1537652591872491398/posts/default/9222042173909618373'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ardigusman.blogspot.com/2009/12/bab-8-middleware-telematika.html' title='BAB 8 MIDDLEWARE TELEMATIKA'/><author><name>punya aRdi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00995601739854841913</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_Cy5O4Ull6vg/S6JAGu2HnwI/AAAAAAAAAA4/wKmEorU9UeU/S220/image004.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1537652591872491398.post-8295839057160050015</id><published>2009-10-07T03:47:00.000-07:00</published><updated>2009-10-07T04:04:08.403-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='p'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Arial;"&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;A. Sejarah Telematika&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Arial;"&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Arial;"&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Arial;"&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;Perubahan merupakan bagian dari kehidupan manusia. Kemampuan berpikir dan berinteraksi antar sesama dalam proses yang panjang, menghasilkan peradaban. Beberapa ilmuan telah membuat pembabakan atau periodisasi peradaban manusia, salahsatunya adalah Alvin Toffler.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Arial;"&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Arial;"&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;Menurut Toffler, peradaban manusia terdiri dari tiga zaman. Pertama adalah zaman pertanian, zaman industri, dan yang ketiga adalah zaman informasi&lt;/span&gt;&lt;a name="_ftnref1" href="http://suciptoardi.wordpress.com/wp-admin/#_ftn1"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:12pt;"  lang="IN" &gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt; Zaman pertanian mencakup aktivitas manusia sejak mulai berburu dan meramu, sampai dengan bertani menetap. Berubahnya aktivitas &lt;em&gt;food gathering&lt;/em&gt; menjadi &lt;em&gt;food producing&lt;/em&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Arial;"&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Arial;"&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;Revolusi industri yang dilanjutkan dengan dibangunnya pabrik-pabrik berskala menengah dan besar, adalah wilayah kajian zaman industri. Zaman ini mulai ditandai dengan adanya perubahan, yaitu tenaga manusia digantikan oleh mesin. Berbagai sektor kehidupan baru secara massal bermunculan, seperti bisnis, transportasi, dan pendidikan. Tahun 2000, zaman informasi telah mengguncang dunia, bahkan lebih dahsyat dari yang pernah dibayangkan&lt;/span&gt;&lt;a name="_ftnref2" href="http://suciptoardi.wordpress.com/wp-admin/#_ftn2"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:12pt;"  lang="IN" &gt;[&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Istilah telematika pertama kali digunakan pada tahun 1978 oleh Simon Nora dan Alain Minc dalam bukunya L'informatisation de la Societe. Istilah telematika yang berasal dari kata dalam bahasa Perancis telematique merupakan gabungan dua kata: telekomunikasi dan informatika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telekomunikasi sendiri mempunyai pengertian sebagai teknik pengiriman pesan, dari suatu tempat ke tempat lain, dan biasanya berlangsung secara dua arah. 'Telekomunikasi' mencakup semua bentuk komunikasi jarak jauh, termasuk radio, telegraf/ telex, televisi, telepon, fax, dan komunikasi data melalui jaringan komputer. Sedangkan pengertian Informatika (Inggris: Informatics) mencakup struktur, sifat, dan interaksi dari beberapa sistem yang dipakai untuk mengumpulkan data, memproses dan menyimpan hasil pemrosesan data, serta menampilkannya dalam bentuk informasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi pengertian Telematika sendiri lebih mengacu kepada industri yang berhubungan dengan penggunakan komputer dalam sistem telekomunikasi. Yang termasuk dalam telematika ini adalah layanan dial up ke Internet maupun semua jenis jaringan yang didasarkan pada sistem telekomunikasi untuk mengirimkan data. Internet sendiri merupakan salah satu contoh telematika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Wikipedia, istilah telematika ini sering dipakai untuk beberapa macam bidang, sebagai contoh adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Integrasi antara sistem telekomunikasi dan informatika yang dikenal sebagai Teknologi Komunikasi dan Informatika atau ICT (Information and Communications Technology). Secara lebih spesifik, ICT merupakan ilmu yang berkaitan dengan pengiriman, penerimaan dan penyimpanan informasi dengan menggunakan peralatan telekomunikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Secara umum, istilah telematika dipakai juga untuk teknologi Sistem Navigasi/Penempatan Global atau GPS (Global Positioning System) sebagai bagian integral dari komputer dan teknologi komunikasi berpindah (mobile communication technology).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Secara lebih spesifik, istilah telematika dipakai untuk bidang kendaraan dan lalulintas (road vehicles dan vehicle telematics)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia, pengaturan dan pelaksanaan mengenai berbagai bidang usaha yang bergerak di sektor telematika diatur oleh Direktorat Jenderal Aplikasi Telematika. Direktorat Jenderal Aplikasi Telematika (disingkat DitJen APTEL) adalah unsur pelaksana tugas dan fungsi Departemen di bidang Aplikasi Telematika yang berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fungsi Direktorat Jenderal Aplikasi Telematika (disingkat DitJen APTEL) meliputi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Penyiapan perumusan kebijakan di bidang e-government, e-business, perangkat lunak dan konten, pemberdayaan telematika serta standardisasi dan audit aplikasi telematika;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Pelaksanaan kebijakan di bidang e-government, e-business, perangkat lunak dan konten, pemberdayaan telematika serta standardisasi dan audit aplikasi telematika;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Perumusan dan pelaksanaan kebijakan kelembagaan internasional di bidang e-government, e-business, perangkat lunak dan konten, pemberdayaan telematika serta standardisasi dan audit aplikasi telematika;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Penyusunan standar, norma, pedoman, kriteria, dan prosedur di bidang e-government, e-business, perangkat lunak dan konten, pemberdayaan telematika serta standardisasi dan audit aplikasi telematika;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Pembangunan, pengelolaan dan pengembangan infrastruktur dan manajemen aplikasi sistem informasi pemerintahan pusat dan daerah;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;    Pemberian bimbingan teknis dan evaluasi;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;    Pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Aplikasi Telematika. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Arial;"&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Arial;"&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1537652591872491398-8295839057160050015?l=ardigusman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ardigusman.blogspot.com/feeds/8295839057160050015/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ardigusman.blogspot.com/2009/10/blog-post.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1537652591872491398/posts/default/8295839057160050015'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1537652591872491398/posts/default/8295839057160050015'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ardigusman.blogspot.com/2009/10/blog-post.html' title=''/><author><name>punya aRdi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00995601739854841913</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_Cy5O4Ull6vg/S6JAGu2HnwI/AAAAAAAAAA4/wKmEorU9UeU/S220/image004.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1537652591872491398.post-5525228606470155704</id><published>2008-12-30T01:20:00.000-08:00</published><updated>2008-12-30T01:21:23.041-08:00</updated><title type='text'>INTERAKSI MANUSIA DAN KOMPUTER</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204); font-family: 'Trebuchet MS'; font-size: 13px; font-weight: bold; line-height: 20px; "&gt;A. DEFINISI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 204, 204); font-family: 'Trebuchet MS'; font-size: 13px; line-height: 20px; "&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Interaksi manusia dan komputer adalah sebuah hubungan antara manusia dan komputer yang mempunyai karakteristik tertentu untuk mencapai suatu tujuan tertentu dengan menjalankan sebuah sistem yang bertopengkan sebuah antarmuka (interface). &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bidang ilmu interaksi manusia dan komputer adalah ilmu yang mempelajari tentang bagaimana mendesain, mengevaluasi, dan mengimplementasikan sistem komputer yang interaktif sehingga dapat digunakan oleh manusia dengan mudah. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Interaksi menjadi maksimal apabila kedua belah pihak mampu memberikan stimulan dan respon (aksi &amp;amp; reaksi) yang saling mendukung, jika salah satu tidak bisa, maka interaksi akan mengalami hambatan atau bahkan menuju pembiasan tujuan. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tanpa disadari kita (manusia/user) telah berinteraksi atau berdialog dengan sebuah benda (layar monitor), yaitu dalam bentuk menekan tombol berupa tombol angka dan huruf yang ada pada keyboard atau melakukan satu sentuhan kecil pada mouse. Yang kemudian hasil inputan ini akan berubah bentuk menjadi informasi atau data yang seperti diharapkan manusia dengan tertampilnya informasi baru tersebut pada layar monitor atau bahkan mesin pencetak (printer). Manusia jarang sekali menyadari proses interaksi dengan komputer. Manusia baru menyadari proses interaksi tersebut saat menemukan masalah dan tidak menemukan solusi pemecahannya. Biasanya manusia menyalahkan antarmuka yang kurang inovatif, kurang menarik, kurang komunikatif. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-weight: bold; "&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;B. PRINSIP UTAMA MENDESAIN ANTARMUKA (INTERFACE) &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tujuan utama disusunnya berbagai cara interaksi manusia &amp;amp; komputer : untuk mempermudah manusia dalam mengoperasikan komputer dan mendapatkan berbagai umpan balik yang ia perlukan selama ia bekerja pada sebuah sistem komputer. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berikut ini beberapa hal yang menjadi prinsip utama mendesain antarmuka yang baik dengan memperhatikan karakteristik manusia &amp;amp; komputer : &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-weight: bold; "&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. User compatibility &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Antarmuka merupakan topeng dari sebuah sistem atau sebuah pintu gerbang masuk ke sistem dengan diwujudkan ke dalam sebuah aplikasi software. Oleh karena itu sebuah software seolah-olah mengenal usernya, mengenal karakteristik usernya, dari sifat sampai kebiasaan manusia secara umum. Desainer harus mencari dan mengumpulkan berbagai karakteristik serta sifat dari user karena antarmuka harus disesuaikan dengan user yang jumlahnya bisa jadi lebih dari 1 dan mempunyai karakter yang berbeda. Hal tersebut harus terpikirkan oleh desainer dan tidak dianjurkan merancang antarmuka dengan didasarkan pada dirinya sendiri &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-weight: bold; "&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Product compatibility &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebuah aplikasi yang bertopengkan antarmuka harus sesuai dengan sistem aslinya. Seringkali sebuah aplikasi menghasilkan hasil yang berbeda dengan sistem manual atau sistem yang ada. Hal tersebut sangat tidak diharapkan dari perusahaan karena dengan adanya aplikasi software diharapkan dapat menjaga produk yang dihasilkan dan dihasilkan produk yang jauh lebih baik. Contoh : aplikasi sistem melalui antarmuka diharapkan menghasilkan report/laporan serta informasi yang detail dan akurat dibandingkan dengan sistem manual. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-weight: bold; "&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3. Task compatibility &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebuah aplikasi yang bertopengkan antarmuka harus mampu membantu para user dalam menyelesaikan tugasnya. Semua pekerjaan serta tugas-tugas user harus diadopsi di dalam aplikasi tersebut melalui antarmuka. Sebisa mungkin user tidak dihadapkan dengan kondisi memilih dan berpikir, tapi user dihadapkan dengan pilihan yang mudah dan proses berpikir dari tugas-tugas user dipindahkan dalam aplikasi melalui antarmuka. Contoh : User hanya klik setup, tekan tombol next, next, next, finish, ok untuk menginstal suatu sotfware. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-weight: bold; "&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4. Work flow compatibility &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebuah aplikasi sistem sudah pasti mengapdopsi sistem manualnya dan didalamnya tentunya terdapat urutan kerja dalam menyelesaikan pekerjaan. Dalam sebuah aplikasi, software engineer harus memikirkan berbagai runutan-rununtan pekerjaan yang ada pada sebuah sistem. Jangan sampai user mengalami kesulitan dalam menyelesaikan pekerjaannya karena user mengalami kebingungan ketika urutan pekerjaan yang ada pada sistem manual tidak ditemukan pada software yang dihadapinya. Selain itu user jangan dibingungkan dengan pilihan-pilihan menu yang terlalu banyak dan semestinya menu-menu merupakan urutan dari runutan pekerjaan. Sehingga dengan workflow compatibility dapat membantu seorang user dalam mempercepat pekerjaannya. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-weight: bold; "&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;5. Consistency &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebuah sistem harus sesuai dengan sistem nyata serta sesuai dengan produk yang dihasilkan. Banyak perusahaan dalam menjalankan sistemnya menggunakan aplikasi sistem yang berbeda di setiap divisi dalam perusahaan tersebut. Ada pula yang menggunakan aplikasi yang sama di divisi yang berbeda. Oleh karena itu software engineer harus memperhatikan hal-hal yang bersifat konsisten pada saat merancang aplikasi khususnya antarmuka, contoh : penerapan warna, struktur menu, font, format desain yang seragam pada antarmuka di berbagai bagian, sehingga user tidak mengalami kesulitan pada saat berpindah posisi pekerjaan atau berpindah lokasi dalam menyelesaikan pekerjaan. Hal itu didasarkan pada karakteristik manusia yang mempunyai pemikiran yang menggunakan analogi serta kemampuan manusia dalam hal memprediksi. Contoh : keseragaman tampilan toolbar pada Word, Excell, PowerPoint, Access hampir sama. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-weight: bold; "&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;6. Familiarity &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sifat manusia mudah mengingat dengan hal-hal yang sudah sering dilihatnya atau didapatkannya. Secara singkat disebut dengan familiar. Antarmuka sebisa mungkin didesain sesuai dengan antarmuka pada umumnya, dari segi tata letak, model, dsb. Hal ini dapat membantu user cepat berinteraksi dengan sisem melalui antarmuka yang familiar bagi user. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-weight: bold; "&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;7. Simplicity &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kesederhanaan perlu diperhatikan pada saat membangun antarmuka. Tidak selamanya antarmuka yang memiliki menu banyak adalah antarmuka yang baik. Kesederhanaan disini lebih berarti sebagai hal yang ringkas dan tidak terlalu berbelit. User akan merasa jengah dan bosan jika pernyataan, pertanyaan dan menu bahkan informasi yang dihasilkan terlalu panjang dan berbelit. User lebih menyukai hal-hal yang bersifat sederhana tetapi mempunyai kekuatan/bobot. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-weight: bold; "&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;8. Direct manipulation &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;User berharap aplikasi yang dihadapinya mempunyai media atau tools yang dapat digunakan untuk melakukan perubahan pada antarmuka tersebut. User ingin sekali aplikasi yang dihadapannya bisa disesuaikan dengan kebutuhan, sifat dan karakteristik user tersebut. Selain itu, sifat dari user yang suka merubah atau mempunyai rasa bosan. Contoh : tampilan warna sesuai keinginan (misal pink) pada window bisa dirubah melalui desktop properties, tampilan skin winamp bisa dirubah, dll. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-weight: bold; "&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;9. Control &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Prinsip control ini berkenaan dengan sifat user yang mempunyai tingkat konsentrasi yang berubah-ubah. Hal itu akan sangat mengganggu proses berjalannya sistem. Kejadian salah ketik atau salah entry merupakan hal yang biasa bagi seorang user. Akan tetapi hal itu akan dapat mengganggu sistem dan akan berakibat sangat fatal karena salah memasukkan data 1 digit/1 karakter saja informasi yang dihasilkan sangat dimungkinkan salah. Oleh karena itu software engineer haruslan merancang suatu kondisi yang mampu mengatasi dan menanggulangi hal-hal seperti itu. Contoh : “illegal command”, “can’t recognize input” sebagai portal jika terjadi kesalahan. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-weight: bold; "&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;10. WYSIWYG &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-weight: bold; "&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal; "&gt;&lt;span style="font-weight: bold; "&gt;WYSIWYG&lt;/span&gt; adalah &lt;span style="font-weight: bold; "&gt;what you see is what you get&lt;/span&gt; yaitu apa yang didapat adalah apa yang dilihatnya. Contoh : apa yang tercetak di printer merupakan informasi yang terkumpul dari data-data yang terlihat di layar monitor pada saat mencari data. Hal ini juga perlu menjadi perhatian software engineer pada saat membangun antarmuka. Informasi yang dicari/diinginkan harus sesuai dengan usaha dari user pada saat mencari data dan juga harus sesuai dengan data yang ada pada aplikasi sistem (software). Jika sistem mempunyai informasi yang lebih dari yang diinginkan user, hendaknya dibuat pilihan (optional) sesuai dengan keinginan user. Bisa jadi yang berlebihan itu justru tidak diinginkan user. Yang mendasar disini adalah harus sesuai dengan kemauan dan pilihan dari user. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-weight: bold; "&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;11. Flexibility &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Fleksibel merupakan bentuk dari dari solusi pada saat menyelesaikan masalah. Software engineer dapat membuat berbagai solusi penyelesaian untuk satu masalah. Sebagai contoh adanya menu, hotkey, atau model dialog yang lainnya. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-weight: bold; "&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;12. Responsiveness &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah memberikan inputan atau memasukkan data ke aplikasi system melalui antarmuka, sebaiknya sistem langsung memberi tanggapan/respon dari hasil data yang diinputkan. Selain teknologi komputer semakin maju sesuai dengan tuntutan kebutuhan manusia, software yang dibangun pun harus mempunyai reaksi tanggap yang cepat. Hal ini didasari pada sifat manusia yang semakin dinamis / tidak mau menunggu. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-weight: bold; "&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;13. Invisible Technology &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Secara umum, user mempunyai keingintahuan sebuah kecanggihan dari aplikasi yang digunakannya. Untuk itu aplikasi yang dibuat hendaknya mempunyai kelebihan yang tersembunyi. Bisa saja kelebihan itu berhubungan dengan sistem yang melingkupinya atau bisa saja kecanggihan atau kelebihan itu tidak ada hubungannya. Contoh : sebuah aplikasi mempunyai voice recognize sebagai media inputan, pengolah kata yang dilengkapi dengan language translator. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-weight: bold; "&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;14. Robustness &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Interaksi manusia dan komputer yang baik dapat berupa frase-frase menu atau error handling yang sopan. Kata yang digunakan harus dalam kondisi bersahabat sehingga nuansa user friendly akan dapat dirasakan oleh user selama menggunakan sistem. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-weight: bold; "&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;15. Protection &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Suasana nyaman perlu diciptakan oleh software engineer di antarmuka yang dibangunnya. Nyaman disini adalah suasana dimana user akan betah dan tidak menemui suasana kacau ketika user salah memasukkan data atau salah eksekusi. Seorang user akan tetap merasa nyaman ketika dia melakukan kesalahan, misal ketika user melakukan deleting atau menghapus files tanpa sengaja tidaklah menjadi kekacauan yang berarti karena misal ada recovery tools seperti undo, recycle bin, dll atau “are you sure....” Proteksi disini lebih menjaga kenyamanan user ketika menggunakan aplikasi sistem khususnya data-data berupa file.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-weight: bold; "&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;16. Ease Of Learning And Ease Of Use&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kemudahan dalam mengoperasikan software hanya dengan memandangi atau belajar beberapa jam saja. Kemudahan dalam memahami icon, menu-menu, alur data software, dsb. Sesudah mempelajari, user dengan mudah dan cepat menggunakan software tersebut. Jika sudah memahami tentunya akan membantu proses menjalankan sistem dengan cepat dan baik. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Secara garis besar, pengembangan antarmuka perlu memperhatikan beberapa hal sebagai berikut : &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Pengetahuan tentang mekanisme fungsi manusia sebagai pengguna komputer. Tentunya yang ada hubungannya dengan psikologi kognitif, tingkat perseptual, serta kemampuan motorik pengguna. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Berbagai informasi yang berhubungan berbagai informasi yang berhubungan dengan karakteristik dialog yang cukup lebar, seperti ragam dialog, struktur, isi tekstual dan grafis, waktu tanggap, dan kecepatan tampilan. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3. Penggunaan prototipe yang didasarkan pada spesifikasi dialog formal yang disusun secara bersama antara calon pengguna (user) dan perancang sistem, serta peranti bantu yang dapat digunakan untuk mempercepat proses pembuatan prototipe. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4. Teknik evaluasi yang digunakan untuk mengevaluasi hasil proses prototipe yang telah dilakukan, yaitu secara analitis berdasarkan pada analisis atas transaksi dialog, secara empiris menggunakan uji coba pada sejumlah kasus, umpan balik pengguna yang dapat dikerjakan dengan tanya jawab maupun kuesioner dan beberapa analisis yang dikerjakan oleh ahli antarmuka. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kesulitan yang timbul dalam pengembangan fasilitas antarmuka dari sebuah perangkat lunak antara lain adalah : &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Antarmuka harus menangani beberapa piranti kontrol seperti adanya keyboard dan mouse maupun periperal lainnya, yang semuanya mempunyai aliran data yang berbeda-beda dan mempunyai karakteristik yang berbeda pula. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;• Waktu yang dibutuhkan pada saat pengiriman data. Bagaimana meyakinkan bahwa tidak terjadi keterlambatan antara tindakan dari pengguna dan respon/tanggapan dari sistem. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Untuk mempercepat proses perancangan dan pengembangan antarmuka, beberapa piranti bantu pengembang sistem antarmuka sering dimanfaatkan, seperti adanya perkembangan teknologi komputer Apple yang berfokus pada desain grafis, perkembangan teknologi pemrograman seperti Visual C/C++, Visual Basic, Delphi, Visual Foxpro, dll. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dengan perkembangan itu kita dapat mendesain antarmuka yang luwes dan enak dipandang, bahkan cukup nyaman untuk digunakan dalam membuat topeng sebuah sistem.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-weight: bold; "&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;C. MODEL ATAU JENIS INTERAKSI&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada beberapa model atau jenis interaksi,antara lain : &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Command line interface (perintah baris tunggal) &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;contoh : unix, linux, dos &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Menu (menu datar dan menu tarik) &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;contoh : hampir semua software menggunakan menu &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3. Natural language (bahasa alami) &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;contoh : bahasa pemrograman terstruktur (belum objek) &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4. Question/answer and query dialogue &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;contoh : mysql, dbase interaktif, dll &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;5. Form-fills and spreadsheets &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;contoh : excel, lotus, dll &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;6. WIMP (Windows Icon Menu Pointer atau Windows Icon Mouse Pulldown)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;contoh : button, dialogue boxes, pallettes, dll&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1537652591872491398-5525228606470155704?l=ardigusman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ardigusman.blogspot.com/feeds/5525228606470155704/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ardigusman.blogspot.com/2008/12/interaksi-manusia-dan-komputer.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1537652591872491398/posts/default/5525228606470155704'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1537652591872491398/posts/default/5525228606470155704'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ardigusman.blogspot.com/2008/12/interaksi-manusia-dan-komputer.html' title='INTERAKSI MANUSIA DAN KOMPUTER'/><author><name>punya aRdi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00995601739854841913</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_Cy5O4Ull6vg/S6JAGu2HnwI/AAAAAAAAAA4/wKmEorU9UeU/S220/image004.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
